Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
Kamis, 23 Juli 2026 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
"Saya belum mengetahui secara detail persoalan yang terjadi, tiba-tiba muncul mosi seperti itu. Sebagai KPM, tentu saya akan melakukan evaluasi berdasarkan kajian dari Dewas," ujarnya.
Lihat video: ANTISIPASI KRIMINALITAS: Petugas Gabungan Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Bekasi
Jika nantinya hasil kajian dewas sudah dikeluarkan, maka tindak lanjut atas permasalahan yang terjadi bakal ia eksekusi sebagai bagian dari upaya perbaikan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi ini. "Yang penting, Dewas buat kajian, kajiannya sampaikan ke saya untuk saya baca langsung ada evaluasi nanti biar kita prosedural," jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah pegawai menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Daud. "Tapi ini semua terbalik, kemarin dia (Dirum) sendiri berobat pakai duit perusahaan, giliran kita tidak boleh kenapa dia boleh," ungkap salah satu pegawai perempuan yang enggan disebutkan namanya.
Ibu anak tiga ini menjelaskan, sejak adanya rencana reimburse dan peghentian kerja sama rawat inap dihapuskan, seluruh karyawan sudah resah. "Kita tidak pernah tahu Pak kapan kita sakit dan sehat, jangan begitu, kami ini bawahan," katanya.
Dia menuturkan, pegawai berencana melakukan mogok massal bila tuntutan tidak diakomodir. Karena, bila kemudian tetap dipaksakan untuk bekerja kembali bersama Direktur Umum, maka tidak akan harmonis lagi. Apalagi, kekecewaan ini sudah sampai ke karyawan seluruh cabang.
Lihat video: ANTISIPASI KRIMINALITAS: Petugas Gabungan Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Bekasi
Jika nantinya hasil kajian dewas sudah dikeluarkan, maka tindak lanjut atas permasalahan yang terjadi bakal ia eksekusi sebagai bagian dari upaya perbaikan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi ini. "Yang penting, Dewas buat kajian, kajiannya sampaikan ke saya untuk saya baca langsung ada evaluasi nanti biar kita prosedural," jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah pegawai menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Daud. "Tapi ini semua terbalik, kemarin dia (Dirum) sendiri berobat pakai duit perusahaan, giliran kita tidak boleh kenapa dia boleh," ungkap salah satu pegawai perempuan yang enggan disebutkan namanya.
Ibu anak tiga ini menjelaskan, sejak adanya rencana reimburse dan peghentian kerja sama rawat inap dihapuskan, seluruh karyawan sudah resah. "Kita tidak pernah tahu Pak kapan kita sakit dan sehat, jangan begitu, kami ini bawahan," katanya.
Dia menuturkan, pegawai berencana melakukan mogok massal bila tuntutan tidak diakomodir. Karena, bila kemudian tetap dipaksakan untuk bekerja kembali bersama Direktur Umum, maka tidak akan harmonis lagi. Apalagi, kekecewaan ini sudah sampai ke karyawan seluruh cabang.
(cip)
Lihat Juga :