Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
Minggu, 19 Juli 2026 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Staf Ahli Bupati Kolaka Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Muh. Azikin, menyampaikan kolaborasi antara Ceria, USN Kolaka, dan Micromine Australia merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Anak-anak kita yang saat ini menempuh pendidikan dan menjalani proses pembelajaran di sini pada akhirnya akan kembali ke masyarakat. Dengan bertambahnya ilmu dan pengalaman yang mereka miliki, tentu diharapkan mereka dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Rektor USN Kolaka Nur Ihsan mengapresiasi dukungan dan kolaborasi yang terus dibangun bersama PT Ceria Nugraha Indotama. Menurut Nur Ihsan, meningkatnya investasi sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara membuat kebutuhan industri terhadap lulusan yang memiliki kompetensi teknologi semakin tinggi.
Mahasiswa teknik pertambangan, kata dia, tidak hanya dituntut memahami disiplin ilmu geologi dan pertambangan, tetapi juga harus memiliki kemampuan analisis data geospasial, penguasaan perangkat lunak industri, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
“Kontribusi yang diberikan PT Ceria kepada USN Kolaka sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kolaka merupakan sesuatu yang sangat kami apresiasi. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus,” ungkapnya.
Nur Ihsan menambahkan, USN Kolaka juga terus mengembangkan program magang dan riset berbasis studi kasus bersama perusahaan pertambangan agar pemahaman teoritis mahasiswa dapat berjalan seiring dengan standar operasional industri global.
Melalui Academic Software Licence Agreement ini, USN Kolaka dapat menggunakan perangkat lunak Micromine Origin & Beyond secara legal untuk kepentingan pendidikan, pelatihan, dan penelitian di bidang geologi serta eksplorasi pertambangan.
Perwakilan Micromine Australia Pty Ltd, Fransiskus Nugroho, mengatakan masa depan industri pertambangan Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh tiga pilar utama, yakni pemanfaatan data yang terintegrasi secara real-time, penerapan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi, serta komitmen terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Menurutnya, software pertambangan saat ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi pusat pengelolaan operasi yang menghubungkan seluruh proses, mulai dari eksplorasi hingga produksi.
“Anak-anak kita yang saat ini menempuh pendidikan dan menjalani proses pembelajaran di sini pada akhirnya akan kembali ke masyarakat. Dengan bertambahnya ilmu dan pengalaman yang mereka miliki, tentu diharapkan mereka dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Rektor USN Kolaka Nur Ihsan mengapresiasi dukungan dan kolaborasi yang terus dibangun bersama PT Ceria Nugraha Indotama. Menurut Nur Ihsan, meningkatnya investasi sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara membuat kebutuhan industri terhadap lulusan yang memiliki kompetensi teknologi semakin tinggi.
Mahasiswa teknik pertambangan, kata dia, tidak hanya dituntut memahami disiplin ilmu geologi dan pertambangan, tetapi juga harus memiliki kemampuan analisis data geospasial, penguasaan perangkat lunak industri, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
“Kontribusi yang diberikan PT Ceria kepada USN Kolaka sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kolaka merupakan sesuatu yang sangat kami apresiasi. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus,” ungkapnya.
Nur Ihsan menambahkan, USN Kolaka juga terus mengembangkan program magang dan riset berbasis studi kasus bersama perusahaan pertambangan agar pemahaman teoritis mahasiswa dapat berjalan seiring dengan standar operasional industri global.
Melalui Academic Software Licence Agreement ini, USN Kolaka dapat menggunakan perangkat lunak Micromine Origin & Beyond secara legal untuk kepentingan pendidikan, pelatihan, dan penelitian di bidang geologi serta eksplorasi pertambangan.
Perwakilan Micromine Australia Pty Ltd, Fransiskus Nugroho, mengatakan masa depan industri pertambangan Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh tiga pilar utama, yakni pemanfaatan data yang terintegrasi secara real-time, penerapan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi, serta komitmen terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Menurutnya, software pertambangan saat ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi pusat pengelolaan operasi yang menghubungkan seluruh proses, mulai dari eksplorasi hingga produksi.
Lihat Juga :