Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Heri Dono, dunia seni rupa kontemporer saat ini menghadapi tantangan berupa kecenderungan kesamaan selera di berbagai pameran dan art fair internasional. Karena itu, kolaborasi lintas disiplin diperlukan untuk membuka ruang eksplorasi dan menghadirkan perspektif baru dalam praktik berkesenian.
Dalam proyek tersebut, Heri Dono menerjemahkan bahasa visual khasnya ke dalam empat desain perhiasan yang terdiri atas bros, liontin, anting, serta karya perhiasan kinetik. Desain tersebut dikembangkan bersama tim kreatif Adelle Jewellery dengan tetap mempertahankan karakter visual yang selama ini menjadi identitas karya-karya Heri Dono.
Lihat video: Di Bawah Kabut, Mantan Presiden SBY Ajak Puluhan Seniman Melukis Bareng di Magelang
Inspirasi utama koleksi tersebut berasal dari karya ikoniknya, salah satu karya penting Heri Dono yang lahir menjelang masa Reformasi pada pertengahan 1996. Figur bidadari yang terperangkap di dalam jaring dalam karya tersebut menjadi simbol tentang kebebasan, harapan, dan gagasan yang menghadapi berbagai keterbatasan sosial maupun politik pada masa itu. "Melalui medium perhiasan, simbol dan gagasan tersebut memperoleh bentuk baru yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari tanpa kehilangan makna artistiknya," katanya.
Sementara itu, Owner Adelle Jewellery Michael Surya mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan perhiasan yang tidak hanya dipandang sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga sebagai karya seni yang memiliki cerita dan identitas budaya.
"Kami melihat adanya kesamaan visi untuk membawa budaya Indonesia ke panggung internasional melalui bahasa desain yang universal. Tantangan terbesar dalam kolaborasi ini adalah bagaimana menerjemahkan karakter visual Heri Dono yang sangat kuat menjadi karya yang tetap dapat dikenakan sehari-hari," ujarnya.
Dalam proyek tersebut, Heri Dono menerjemahkan bahasa visual khasnya ke dalam empat desain perhiasan yang terdiri atas bros, liontin, anting, serta karya perhiasan kinetik. Desain tersebut dikembangkan bersama tim kreatif Adelle Jewellery dengan tetap mempertahankan karakter visual yang selama ini menjadi identitas karya-karya Heri Dono.
Lihat video: Di Bawah Kabut, Mantan Presiden SBY Ajak Puluhan Seniman Melukis Bareng di Magelang
Inspirasi utama koleksi tersebut berasal dari karya ikoniknya, salah satu karya penting Heri Dono yang lahir menjelang masa Reformasi pada pertengahan 1996. Figur bidadari yang terperangkap di dalam jaring dalam karya tersebut menjadi simbol tentang kebebasan, harapan, dan gagasan yang menghadapi berbagai keterbatasan sosial maupun politik pada masa itu. "Melalui medium perhiasan, simbol dan gagasan tersebut memperoleh bentuk baru yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari tanpa kehilangan makna artistiknya," katanya.
Sementara itu, Owner Adelle Jewellery Michael Surya mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan perhiasan yang tidak hanya dipandang sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga sebagai karya seni yang memiliki cerita dan identitas budaya.
"Kami melihat adanya kesamaan visi untuk membawa budaya Indonesia ke panggung internasional melalui bahasa desain yang universal. Tantangan terbesar dalam kolaborasi ini adalah bagaimana menerjemahkan karakter visual Heri Dono yang sangat kuat menjadi karya yang tetap dapat dikenakan sehari-hari," ujarnya.
Lihat Juga :