MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:53 WIB
loading...
MUI Tegas soal Kekerasan...
Ketua MUI KH Masduki Baidlowi menegaskan kasus dugaan penganiayaan santri di Lombok Tengah harus diproses hukum, dan tidak boleh hanya diselesaikan internal pesantren. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi dan Komunikasi Digital (Infokomdigi), KH Masduki Baidlowi, mengingatkan segala bentuk kekerasan terhadap santri bertentangan dengan filosofi dasar pendidikan Islam yang mengedepankan pengasuhan dan keteladanan. Pernyataan itu disampaikan menanggapi mencuatnya dugaan kasus kekerasan terhadap santri di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyita perhatian publik.

Kiai Masduki, begitu akrab disapa, mengatakan, sistem pendidikan Islam yang diwariskan Rasulullah SAW bertumpu pada nilai uswah hasanah atau keteladanan. Karena itu, guru, kiai, maupun pendidik dituntut menjadi teladan dalam membimbing peserta didik.

Baca juga: LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok

Dia menjelaskan, ajaran Islam sebagaimana yang disabdakan, dilakukan, dan diikrarkan Rasulullah SAW, sistem pendidikannya adalah sistem pengasuhan. Basis utamanya adalah uswah, yaitu contoh yang baik.



“Seorang guru, seorang kiai, siapa pun itu orientasinya harus memberikan keteladanan," ujar Kiai Masduki dalam keterangannya, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Menurut Kiai Masduki, pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter umat Islam di Indonesia. Keberhasilan pesantren dalam melahirkan generasi yang berakhlak dan menyebarkan Islam yang moderat tidak lepas dari tradisi keteladanan yang diwariskan para ulama.

Baca juga: Pengakuan Santri Korban Bullying Senior di Pesantren, AMRM: Saya Ditendang Sebelum Dibakar

Menanggapi dugaan kekerasan terhadap santri, dia menegaskan bahwa tindakan yang mengarah pada penyiksaan dengan dalih memberikan hukuman (ta'zir) tidak dapat dibenarkan.

"Kalau memang benar itu terjadi, harus diambil tindakan hukum. Tidak boleh hanya diselesaikan secara internal pesantren," kata dia menegaskan.

Dia juga mengingatkan agar peristiwa yang melibatkan oknum tidak dijadikan dasar untuk menghakimi seluruh pesantren. Menurutnya, pesantren tetap menjadi pilar penting dalam pendidikan karakter dan akhlak bangsa.

Lebih lanjut, Kiai Masduki mengimbau seluruh pesantren maupun lembaga pendidikan untuk terus mengedepankan pendekatan pendidikan yang humanis dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Jangan ada tindakan-tindakan yang dalam konteks mendidik justru berubah menjadi penyiksaan yang berpengaruh kepada batin maupun fisik santri,” kata dia.

Dia menyatakan, momentum ini harus menjadi evaluasi agar sistem pendidikan kita benar-benar mendidik, bukan memberikan hukuman yang justru membahayakan fisik dan jiwa peserta didik.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Bidik Basis Santri Jawa...
Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Rekomendasi
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
Berita Terkini
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved