20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata

Jum'at, 17 Juli 2026 - 09:40 WIB
loading...
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
Pemantauan dari udara setelah tsunami yang menerjang Pangandaran, Jawa Barat pada 2006. Foto/Tangkapan layar iNews
A A A
JAKARTA - Tsunami yang menerjang Pangandaran , Jawa Barat pada Senin, 17 Juli 2006 menjadi pengingat bahwa ancaman megathrust adalah nyata. Tsunami Pangandaran 20 tahun lalu dipicu oleh gempa megathrust bertipe tsunami earthquake di zona subduksi selatan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Gempa berkekuatan dengan Magnitudo (M) 7,7 ini menghasilkan tsunami dahsyat yang menewaskan lebih dari 668 orang dan menyebabkan ribuan lainnya terluka serta kehilangan tempat tinggal.

"Peristiwa Tsunami Pangandaran 2006 memberi pelajaran, bahwa tidak semua gempa megathrust menghasilkan guncangan yang sangat kuat. Pada tipe tsunami earthquake, guncangan di darat dapat terasa relatif lemah, tetapi tsunami yang ditimbulkan justru sangat merusak. Karena itu, beberapa pelajaran dari Tsunami Pangandaran 2006 sangat penting untuk dipahami," ungkap Ikatan Ahli Bencana Indonesia Daryono dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Pertama, memahami karakter ancaman, mengenali tanda-tanda tsunami, dan segera melakukan evakuasi setelah gempa meskipun dirasakan lemah di wilayah pantai merupakan kunci untuk menyelamatkan nyawa. "Megathrust bukan sekadar potensi, tetapi ancaman nyata yang harus dihadapi dengan ilmu pengetahuan, kesiapsiagaan, dan budaya mitigasi," kata Daryono.

Baca Juga: Apa Itu Gempa Megathrust? Simak Penjelasan dan Dampaknya!

Kedua, Daryono mengatakan bahwa satu hal penting yang harus dipahami bahwa tsunami dapat terjadi meskipun guncangan gempa sangat lemah. Gempa Pangandaran dengan magnitudo 7,7 merupakan tsunami earthquake, yaitu gempa yang menghasilkan tsunami besar tetapi guncangannya relatif lemah di daratan.

"Akibatnya banyak orang tetap berada di pantai karena merasa gempa yang terjadi "tidak berbahaya". Pelajaran yang dapat diambil, jangan menunggu gempa terasa kuat. Jika berada di pantai dan terjadi gempa, segera evakuasi meninggalkan pantai," ujarnya.

Ketiga, Daryono mengatakan bahwa tsunami datang sangat cepat. Gelombang tsunami tiba di Pantai hanya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit setelah gempa. Waktu tersebut terlalu singkat apabila masyarakat hanya menunggu informasi resmi. Pelajaran untuk kita, lakukan evakuasi mandiri (natural warning) jauh lebih penting daripada menunggu peringatan dini/sirene perintah evakuasi.

Keempat, edukasi masyarakat menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada teknologi. Sistim peringayan dini, aplikasi informasi dan sirime memang sangat penting. Namun ketika masyarakat memahami tanda-tanda alam tsunami, mereka dapat menyelamatkan diri bahkan tanpa teknologi. Pelajaran bahwa mitigasi terbaik dimulai dari masyarakat yang paham risiko.

Kelima, pantai wisata memiliki risiko korban jauh lebih besar. Saat tsunami terjadi, saat itu Pangandaran sedang ramai wisatawan karena sore hari dan musim liburan. Banyak korban berasal dari wisatawan/pendatang yang tidak mengenal jalur evakuasi. Pelajaran, bahwa seluruh destinasi wisata pantai harus memiliki jalur evakuasi, papan petunjuk evakuasi, latihan evakuasi, titik kumpul aman dan informasi tsunami bagi wisatawan.

Keenam, jalur evakuasi harus lebih dekat daripada zona datangnya tsunami. Tinggi tsunami Pangandaran 2006 bervariasi ada yang mencapai 5–8 meter, bahkan lebih dari 10 meter. Masyarakat hanya memiliki waktu emas yang singkat untuk selamat. Pelajarannya bahwa evakuasi harus dirancang agar dapat dicapai dengan berjalan kaki dalam waktu singkat.

Ketujuh, korban terbesar berasal dari tsunami, bukan gempa. Gempa sendiri saat itu hampir tidak merusak. Yang menimbulkan lebih dari 668 korban jiwa adalah tsunami. Ini menunjukkan bahwa bahaya terbesar di pantai selatan Jawa bukan hanya gempa, tetapi tsunami. Pelajaran penting bahwa mitigasi pesisir harus memberi perhatian yang sama besar pada ancaman tsunami.

Kedelapan, tsunami dapat terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa. Peristiwa Tsunami Pangandaran membuktikan bahwa seluruh pantai selatan Jawa berada pada zona subduksi megathrust aktif. Wilayah yang terdampak saat itu meliputi Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga Bantul. Pelajaran bahwa semua kabupaten pesisir selatan Jawa harus memiliki budaya dan masyarakat siaga tsunami. Korban jiwa dapat ditekan melalui kesiapsiagaan terhadap potensi gempa megathrust yang memicu tsunami.

Baca Juga: Ancaman Nyata Megathrust, BNPB Beberkan Sejumlah Historis Gempa dan Tsunami

Kesembilan, 20 tahun setelah Pangandaran, Indonesia telah memiliki sistem peringatan dini tsunami, peta bahaya tsunami, jalur evakuasi, sekolah lapang gempa dan tsunami, dan Tsunami Ready UNESCO di beberapa kawasan.

"Namun pekerjaan belum selesai. Pelajaran terbesar yaitu keberhasilan penanggulangan tsunami bukan diukur dari banyaknya korban yang berhasil diselamatkan setelah bencana, tetapi dari sedikitnya korban yang harus diselamatkan karena masyarakat sudah siap sebelum tsunami datang," ujarnya.

Daryono kembali menegaskan bahwa peristiwa tsunami Pengandaran 2006 menjadi salah satu tonggak penting yang mendorong penguatan sistem peringatan dini tsunami nasional dan peningkatan budaya kesiapsiagaan masyarakat pesisir.

Dia pun menegaskan bahwa 20 tahun Pangandaran bukan sekadar mengenang korban, tetapi mengingatkan bahwa tsunami akan selalu menjadi ancaman nyata di pantai selatan Jawa. "Gempa di pantai yang terasa lemah bukan berarti aman. Jika berada di pantai dan terjadi gempa, segera menjauh ke tempat tinggi."

Daryono mengingatkan bahwa natural warning tetap menjadi penyelamat pertama: gempa kuat atau gempa lemah berayun lama, air laut surut mendadak, dan suara gemuruh dari laut adalah tanda alam yang harus dikenali semua orang yang berada di pantai rawan tsunami.



Teknologi peringatan dini tsunami, kata Daryono, sangat penting, tetapi budaya kesiapsiagaan masyarakat adalah benteng pertahanan terakhir. "Peringatan 20 tahun Tsunami Pangandaran adalah momentum untuk membangun generasi yang tidak panik, tetapi siap menghadapi tsunami melalui pengetahuan, latihan, dan evakuasi yang cepat," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
Gempa M5,6 Guncang Talaud...
Gempa M5,6 Guncang Talaud Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Rekomendasi
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
5 Tanda Kuku yang Bisa...
5 Tanda Kuku yang Bisa Jadi Gejala Penyakit, Jangan Diabaikan!
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
Berita Terkini
Bea Cukai dan Polri...
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 7,9 Kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi di Bengkalis
BPOLBF dan IN-FLORES...
BPOLBF dan IN-FLORES Rumuskan Masa Depan Ekowisata Labuan Bajo
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved