KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Kamis, 16 Juli 2026 - 19:38 WIB
loading...
Prajurit TNI AL dan Basarnas mencari korban tenggelamnya Kapal KM Nurul Salsa di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Foto/istimewa
A
A
A
SULSEL - Kapal KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan pada Rabu, 15 Juli 2026. Tenggelamnya kapal penumpang akibat mati mesin tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dan 23 orang masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar menjelaskan operasi pencarian telah dilakukan sejak laporan kapal tenggelam diterima.
"Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal," ujar Arif, Kamis (16/7/2026).
Baca juga: Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang
Arif menambahkan sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi menggunakan KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea. Puluhan orang itu terdeteksi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian.
Sementara itu, 6 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi. Berdasarkan perkembangan data sementara, total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 47 orang. "Dengan rincian 46 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia," imbuh Arif.
Arif menjelaskan jumlah penumpang dan awak kapal ternyata mencapai 70 orang. Dengan demikian, kata dia, masih ada 23 orang lainnya yang masih dicari hingga saat ini.
Lihat video: Tiga Jam Terombang-Ambing, Seluruh Penumpang Kapal Tenggelam Dievakuasi
"Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan," kata Arif.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Kantor Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal nelayan yang turut membantu proses evakuasi.
Arif menegaskan seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi SAR. "Data korban ini masih belum valid, karena pihak tim sar gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam kM Nurul Salsa tersebut," tukas Arif.
(Jonathan Simanjuntak)
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar menjelaskan operasi pencarian telah dilakukan sejak laporan kapal tenggelam diterima.
"Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal," ujar Arif, Kamis (16/7/2026).
Baca juga: Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang
Arif menambahkan sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi menggunakan KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea. Puluhan orang itu terdeteksi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian.
Sementara itu, 6 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi. Berdasarkan perkembangan data sementara, total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 47 orang. "Dengan rincian 46 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia," imbuh Arif.
Arif menjelaskan jumlah penumpang dan awak kapal ternyata mencapai 70 orang. Dengan demikian, kata dia, masih ada 23 orang lainnya yang masih dicari hingga saat ini.
Lihat video: Tiga Jam Terombang-Ambing, Seluruh Penumpang Kapal Tenggelam Dievakuasi
"Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan," kata Arif.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Kantor Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal nelayan yang turut membantu proses evakuasi.
Arif menegaskan seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi SAR. "Data korban ini masih belum valid, karena pihak tim sar gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam kM Nurul Salsa tersebut," tukas Arif.
(Jonathan Simanjuntak)
(cip)
Lihat Juga :