Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:39 WIB
loading...
Ketua DPW Partai Perindo Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya atau akrab disapa Jro Bima. Foto: SindoNews
A
A
A
DENPASAR - Persoalan sampah telah menjadi tantangan yang berdampak pada kualitas lingkungan, keberlanjutan pariwisata, hingga kesehatan masyarakat. Karena itu, pengelolaan sampah dinilai perlu diarahkan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar mengurangi volume limbah.
Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui penandatanganan Sponsor Agreement dan Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (Persero) dan Badan Usaha Pembangunan PSEL pada Rabu (8/7/2026). Dalam agenda tersebut, Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir menyatakan proyek senilai Rp3 triliun itu menjadi langkah awal realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai dari Denpasar Raya.
Ketua DPW Partai Perindo Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya atau akrab disapa Jro Bima, mengapresiasi inisiatif DIM yang mendorong pembangunan proyek tersebut. Menurut dia, langkah tersebut menjadi momentum penting untuk mengubah pengelolaan sampah menjadi sektor yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus perekonomian daerah.
![Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya]()
Baca juga: Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
"Dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya harus menjadi titik awal perubahan cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak lagi hanya diposisikan sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan energi, menciptakan lapangan kerja, dan memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah," kata Jro Bima, Sabtu (11/7/2026).
Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali sumber daya secara optimal. Model itu dinilai mampu memperpanjang siklus manfaat sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.
Jro Bima mengatakan keberadaan PSEL juga akan memberikan manfaat lebih besar apabila didukung pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga, penguatan bank sampah, dan peningkatan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut dapat bekerja secara optimal.
"Teknologi pengolahan sampah harus berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat. Ketika pengelolaan dari sumber berjalan baik, efektivitas PSEL akan semakin tinggi dan manfaatnya akan lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB) ini.
Dia menambahkan, keberhasilan proyek tersebut juga dapat memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi wisata yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Kondisi itu dinilai penting karena kualitas lingkungan menjadi salah satu faktor yang menentukan daya tarik dan daya saing sektor pariwisata.
Jro Bima berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah modern yang mengintegrasikan aspek lingkungan, energi, dan ekonomi dalam satu ekosistem pembangunan. Model tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi persoalan sampah serupa.
"Apabila pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam bentuk lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga hadir melalui energi terbarukan, terbukanya peluang ekonomi baru, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui penandatanganan Sponsor Agreement dan Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (Persero) dan Badan Usaha Pembangunan PSEL pada Rabu (8/7/2026). Dalam agenda tersebut, Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir menyatakan proyek senilai Rp3 triliun itu menjadi langkah awal realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai dari Denpasar Raya.
Ketua DPW Partai Perindo Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya atau akrab disapa Jro Bima, mengapresiasi inisiatif DIM yang mendorong pembangunan proyek tersebut. Menurut dia, langkah tersebut menjadi momentum penting untuk mengubah pengelolaan sampah menjadi sektor yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus perekonomian daerah.
.jpg)
Baca juga: Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
"Dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya harus menjadi titik awal perubahan cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak lagi hanya diposisikan sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan energi, menciptakan lapangan kerja, dan memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah," kata Jro Bima, Sabtu (11/7/2026).
Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali sumber daya secara optimal. Model itu dinilai mampu memperpanjang siklus manfaat sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.
Jro Bima mengatakan keberadaan PSEL juga akan memberikan manfaat lebih besar apabila didukung pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga, penguatan bank sampah, dan peningkatan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut dapat bekerja secara optimal.
"Teknologi pengolahan sampah harus berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat. Ketika pengelolaan dari sumber berjalan baik, efektivitas PSEL akan semakin tinggi dan manfaatnya akan lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB) ini.
Dia menambahkan, keberhasilan proyek tersebut juga dapat memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi wisata yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Kondisi itu dinilai penting karena kualitas lingkungan menjadi salah satu faktor yang menentukan daya tarik dan daya saing sektor pariwisata.
Jro Bima berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah modern yang mengintegrasikan aspek lingkungan, energi, dan ekonomi dalam satu ekosistem pembangunan. Model tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi persoalan sampah serupa.
"Apabila pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam bentuk lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga hadir melalui energi terbarukan, terbukanya peluang ekonomi baru, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :