Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
Jum'at, 10 Juli 2026 - 18:55 WIB
loading...
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menuturkan, 146 pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya kini telah dilengkapi fasilitas tempat sampah terpilah. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperketat upaya pemilahan sampah dari sumbernya, khususnya di area pasar. Sebab mulai Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menuturkan, 146 pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya kini telah dilengkapi fasilitas tempat sampah terpilah. Fasilitas itu merupakan langkah awal penerapan pemilahan sampah dari sumbernya.
"Sebanyak 146 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya sudah dilengkapi fasilitas tong sampah pilah. Fasilitas ini disiapkan agar pemilahan sampah dapat dimulai langsung dari sumbernya," kata Agus saat peluncuran Gerakan Bersama Bersih Pasar (Geber) di Pasar Indik Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).
Agus mengatakan pengelolaan sampah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penanganan di hilir, namun dimulai dari kawasan yang menjadi penghasil sampah, termasuk pasar. Agus menegaskan gerakan pilah sampah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
Baca juga: TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai 1 Agustus, Pramono Bakal Ajak Jumhur Duduk Bareng
"Mulai Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta sudah tidak bisa lagi melakukan pola pembuangan sampah seperti selama ini ke Bantargebang. Karena itu, kami diminta melakukan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya," ucap Agus.
Saat ini Pasar Jaya juga menjalankan proyek percontohan pengelolaan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati melalui kerja sama dengan LAPI ITB dan PT FDR. Adapun untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Perumda Pasar Jaya membentuk 58 personel Satuan Tugas (Satgas) GEBER yang bertugas mengawasi dan juga mengedukasi. Serta menjadi penggerak perubahan perilaku pengelolaan sampah di lingkungan pasar.
Lihat video: Sampah ke Bantargebang Dibatasi! Pramono Izinkan Pengelolaan Sampah Langsung
"Satgas ini akan menjadi motor penggerak, pengawas sekaligus mitra edukasi bagi seluruh warga pasar secara terus-menerus," ucap dia.
Anggota Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, La Ode Basir, mengapresiasi peluncuran Geber dan menegaskan program tersebut harus dijalankan secara konsisten. Dia meminta agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
"Gerakan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi harus lahir menjadi sebuah kesadaran kolektif dan budaya kolektif insan Pasar Jaya. Pilah sampah harus menjadi budaya di seluruh pasar yang kita kelola," ujarnya.
La Ode Basir juga meminta jajaran direksi segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terukur agar penerapan pemilahan sampah dapat dilakukan secara disiplin di setiap pasar. Selain itu, kebersihan dan keberhasilan pelaksanaan pemilahan sampah diusulkan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja kepala pasar.
"Harus ada penilaian yang terukur di seluruh pasar. Kebersihan, kerapihan, dan gerakan pilah sampah harus masuk dalam aspek penilaian keberhasilan kepala pasar. Dengan begitu, gerakan ini benar-benar diterapkan hingga tingkat teknis dan menjadi budaya yang melekat di lingkungan Perumda Pasar Jaya," tandasnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menuturkan, 146 pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya kini telah dilengkapi fasilitas tempat sampah terpilah. Fasilitas itu merupakan langkah awal penerapan pemilahan sampah dari sumbernya.
"Sebanyak 146 pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya sudah dilengkapi fasilitas tong sampah pilah. Fasilitas ini disiapkan agar pemilahan sampah dapat dimulai langsung dari sumbernya," kata Agus saat peluncuran Gerakan Bersama Bersih Pasar (Geber) di Pasar Indik Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).
Agus mengatakan pengelolaan sampah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penanganan di hilir, namun dimulai dari kawasan yang menjadi penghasil sampah, termasuk pasar. Agus menegaskan gerakan pilah sampah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
Baca juga: TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai 1 Agustus, Pramono Bakal Ajak Jumhur Duduk Bareng
"Mulai Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta sudah tidak bisa lagi melakukan pola pembuangan sampah seperti selama ini ke Bantargebang. Karena itu, kami diminta melakukan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya," ucap Agus.
Saat ini Pasar Jaya juga menjalankan proyek percontohan pengelolaan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati melalui kerja sama dengan LAPI ITB dan PT FDR. Adapun untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Perumda Pasar Jaya membentuk 58 personel Satuan Tugas (Satgas) GEBER yang bertugas mengawasi dan juga mengedukasi. Serta menjadi penggerak perubahan perilaku pengelolaan sampah di lingkungan pasar.
Lihat video: Sampah ke Bantargebang Dibatasi! Pramono Izinkan Pengelolaan Sampah Langsung
"Satgas ini akan menjadi motor penggerak, pengawas sekaligus mitra edukasi bagi seluruh warga pasar secara terus-menerus," ucap dia.
Anggota Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, La Ode Basir, mengapresiasi peluncuran Geber dan menegaskan program tersebut harus dijalankan secara konsisten. Dia meminta agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
"Gerakan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi harus lahir menjadi sebuah kesadaran kolektif dan budaya kolektif insan Pasar Jaya. Pilah sampah harus menjadi budaya di seluruh pasar yang kita kelola," ujarnya.
La Ode Basir juga meminta jajaran direksi segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terukur agar penerapan pemilahan sampah dapat dilakukan secara disiplin di setiap pasar. Selain itu, kebersihan dan keberhasilan pelaksanaan pemilahan sampah diusulkan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja kepala pasar.
"Harus ada penilaian yang terukur di seluruh pasar. Kebersihan, kerapihan, dan gerakan pilah sampah harus masuk dalam aspek penilaian keberhasilan kepala pasar. Dengan begitu, gerakan ini benar-benar diterapkan hingga tingkat teknis dan menjadi budaya yang melekat di lingkungan Perumda Pasar Jaya," tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :