Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
Senin, 06 Juli 2026 - 15:12 WIB
loading...
Perusahaan percetakan di Jakpus yang menyekap tiga karyawan melaporkan balik para korban. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengecam keras tindakan perusahaan. Foto: Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan percetakan di Jakarta Pusat yang menyekap tiga karyawannya melaporkan balik para korban terkait dugaan pencurian. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengecam keras tindakan perusahaan.
Dia meminta para korban dan tim hukumnya untuk melakukan perlawanan dan tidak takut menghadapi laporan tersebut. Sebab, tiga buruh itu merupakan korban yang diperlakukan tidak manusiawi oleh perusahaan.
Baca juga: Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
“Lawan! Apa urusannya dia yang menindas dia mau lapor-lapor kita. Saya sudah bilang sama pengacara dan tiga korban, jangan takut,” tegas Said di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Dia siap pasang badan bila ada pihak yang mencoba melindungi para pelaku penyekapan. Sebab, Presiden Prabowo Subianto secara tegas akan melindungi hak warga negaranya.
"Ada backing-backing kita lawan. Saya kasih tahu, kamu yang jadi backing-backing orang yang menyekap, kamu berhadapan dengan negara. Saya kasih tahu ya dan Pak Presiden nggak suka dengan cara-cara backing-backing terhadap rakyatnya," ucapnya.
Dalam kasus tersebut, Said telah menemukan fakta bahwa korban tidak menerima upah layak ketika bekerja. Tak hanya itu, korban juga tak diberi makan selama tiga hari.
"Penyekapan tiga buruh percetakan di Bungur yang juga saya turun kebetulan sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, saya temukan fakta hanya dibayar Rp500 ribu. Sudahlah dibayar Rp500 ribu, mengeksploitasi buruh, disekap pula dengan tuduhan mencuri, tidak diberi makan tiga hari," kata Said.
Dia meminta para korban dan tim hukumnya untuk melakukan perlawanan dan tidak takut menghadapi laporan tersebut. Sebab, tiga buruh itu merupakan korban yang diperlakukan tidak manusiawi oleh perusahaan.
Baca juga: Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
“Lawan! Apa urusannya dia yang menindas dia mau lapor-lapor kita. Saya sudah bilang sama pengacara dan tiga korban, jangan takut,” tegas Said di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Dia siap pasang badan bila ada pihak yang mencoba melindungi para pelaku penyekapan. Sebab, Presiden Prabowo Subianto secara tegas akan melindungi hak warga negaranya.
"Ada backing-backing kita lawan. Saya kasih tahu, kamu yang jadi backing-backing orang yang menyekap, kamu berhadapan dengan negara. Saya kasih tahu ya dan Pak Presiden nggak suka dengan cara-cara backing-backing terhadap rakyatnya," ucapnya.
Dalam kasus tersebut, Said telah menemukan fakta bahwa korban tidak menerima upah layak ketika bekerja. Tak hanya itu, korban juga tak diberi makan selama tiga hari.
"Penyekapan tiga buruh percetakan di Bungur yang juga saya turun kebetulan sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, saya temukan fakta hanya dibayar Rp500 ribu. Sudahlah dibayar Rp500 ribu, mengeksploitasi buruh, disekap pula dengan tuduhan mencuri, tidak diberi makan tiga hari," kata Said.
(jon)
Lihat Juga :