28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Senin, 06 Juli 2026 - 14:49 WIB
loading...
Sebanyak 28 PCNU se-Jateng menyatakan dukungan penuh kepada Ponpes Lirboyo, Kediri sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 NU, pada 1-5 Agustus 2026 mendatang. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 28 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah (Jateng) menyatakan dukungan penuh kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Muktamar NU dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikonfirmasi bersama oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Imam Satibi dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pemalang Kiai Abu Joharudin Bahry.
Baca juga: Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Keduanya menyebut pernyataan itu merupakan aspirasi kolektif 28 PCNU di Jawa Tengah. Adapun 28 PCNU yang menyatakan dukungan terdiri dari PCNU Rembang, Kabupaten Semarang, Purbalingga, Pemalang, Batang, Kabupaten Magelang, Kota Tegal.
Selanjutnya Kabupaten Tegal, Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Temanggung, Salatiga, Cilacap, Karanganyar, Kota Pekalongan, Kendal, Sragen, Kebumen, Kota Magelang, Wonosobo, Purworejo, Sukoharjo, Solo, Demak, dan Jepara.
Imam Satibi menjelaskan bahwa dukungan diberikan setelah mencermati surat resmi dari Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo terkait kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.
Baca juga: Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
"Mencermati Surat Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Nomor: 001/G/AZM/P2L/V/2026 tanggal 19 Mei 2026 perihal Kesiapan Menjadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, maka Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Pemalang bersama 26 PCNU lainnya di Jawa Tengah menyatakan dengan sungguh-sungguh memberi dukungan terhadap Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada tanggal 1-5 Agustus 2026," ujar Imam Satibi dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Imam Satibi kemudian mengungkap sejumlah alasan yang menjadi dasar dukungan tersebut. Pertama, Pondok Pesantren Lirboyo dinilai sebagai salah satu pesantren besar yang menjadi representasi keberhasilan pesantren NU dan dapat menjadi contoh bagi pesantren lainnya.
Kedua, Lirboyo disebut memiliki fasilitas yang memadai serta mendapat dukungan dari sejumlah pesantren besar NU di berbagai daerah.
Ketiga, penunjukan Lirboyo sebagai tuan rumah diharapkan menjadi sarana studi banding bagi peserta muktamar dalam pengelolaan dan pengembangan pesantren.
Keempat, dukungan diberikan karena pihak Pondok Pesantren Lirboyo telah menyatakan kesanggupan secara tulus untuk mengemban amanah sebagai tuan rumah.
Kelima, penyelenggaraan muktamar di lingkungan pesantren diyakini dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif sehingga pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU terjaga dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
“Pernyataan ini bukan sekadar seremonial. Tetapi dukungan resmi yang telah disampaikan kepada PBNU melalui DIGDAYA sebagai representasi suara kolektif PCNU di Jawa Tengah,” ujarnya.
Imam Satibi menilai, pemilihan Pondok Pesantren Lirboyo merupakan bentuk penghormatan terhadap peran strategis pesantren dalam menjaga marwah, ukhuwah, dan kemaslahatan jam'iyah Nahdlatul Ulama.
“Dengan dipilihnya Pondok Pesantren Lirboyo sebagai tempat Muktamar, kami berharap Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung secara adil, bermartabat, dan kondusif,” ujarnya.
Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikonfirmasi bersama oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Imam Satibi dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pemalang Kiai Abu Joharudin Bahry.
Baca juga: Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Keduanya menyebut pernyataan itu merupakan aspirasi kolektif 28 PCNU di Jawa Tengah. Adapun 28 PCNU yang menyatakan dukungan terdiri dari PCNU Rembang, Kabupaten Semarang, Purbalingga, Pemalang, Batang, Kabupaten Magelang, Kota Tegal.
Selanjutnya Kabupaten Tegal, Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Temanggung, Salatiga, Cilacap, Karanganyar, Kota Pekalongan, Kendal, Sragen, Kebumen, Kota Magelang, Wonosobo, Purworejo, Sukoharjo, Solo, Demak, dan Jepara.
Imam Satibi menjelaskan bahwa dukungan diberikan setelah mencermati surat resmi dari Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo terkait kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.
Baca juga: Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
"Mencermati Surat Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Nomor: 001/G/AZM/P2L/V/2026 tanggal 19 Mei 2026 perihal Kesiapan Menjadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, maka Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Pemalang bersama 26 PCNU lainnya di Jawa Tengah menyatakan dengan sungguh-sungguh memberi dukungan terhadap Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sebagai tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada tanggal 1-5 Agustus 2026," ujar Imam Satibi dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Imam Satibi kemudian mengungkap sejumlah alasan yang menjadi dasar dukungan tersebut. Pertama, Pondok Pesantren Lirboyo dinilai sebagai salah satu pesantren besar yang menjadi representasi keberhasilan pesantren NU dan dapat menjadi contoh bagi pesantren lainnya.
Kedua, Lirboyo disebut memiliki fasilitas yang memadai serta mendapat dukungan dari sejumlah pesantren besar NU di berbagai daerah.
Ketiga, penunjukan Lirboyo sebagai tuan rumah diharapkan menjadi sarana studi banding bagi peserta muktamar dalam pengelolaan dan pengembangan pesantren.
Keempat, dukungan diberikan karena pihak Pondok Pesantren Lirboyo telah menyatakan kesanggupan secara tulus untuk mengemban amanah sebagai tuan rumah.
Kelima, penyelenggaraan muktamar di lingkungan pesantren diyakini dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif sehingga pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU terjaga dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
“Pernyataan ini bukan sekadar seremonial. Tetapi dukungan resmi yang telah disampaikan kepada PBNU melalui DIGDAYA sebagai representasi suara kolektif PCNU di Jawa Tengah,” ujarnya.
Imam Satibi menilai, pemilihan Pondok Pesantren Lirboyo merupakan bentuk penghormatan terhadap peran strategis pesantren dalam menjaga marwah, ukhuwah, dan kemaslahatan jam'iyah Nahdlatul Ulama.
“Dengan dipilihnya Pondok Pesantren Lirboyo sebagai tempat Muktamar, kami berharap Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung secara adil, bermartabat, dan kondusif,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :