Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
Jum'at, 03 Juli 2026 - 10:45 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan analisis terkait gempa M6,2 yang mengguncang Pulau Doi, Maluku Utara. Foto/SindoNews
A
A
A
MALUKU UTARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis terkait gempa M6,2 yang mengguncang Pulau Doi, Maluku Utara, Jumat, 03 Juli 2026, pukul 09:31:29 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki terletak pada koordinat 1.93° LU; 127.42° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 Km arah Barat Daya Pulau Doi. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault),” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.
Baca juga: Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. III-IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.) di Halmahera Utara.
2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Ternate, Tidore, Sanana dan Morotai.
3. II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara dan Bone Bolango.
Wijayanto memastikan hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” imbaunya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki terletak pada koordinat 1.93° LU; 127.42° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 Km arah Barat Daya Pulau Doi. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault),” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.
Baca juga: Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. III-IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.) di Halmahera Utara.
2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Ternate, Tidore, Sanana dan Morotai.
3. II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara dan Bone Bolango.
Wijayanto memastikan hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” imbaunya.
(cip)
Lihat Juga :