Melirik Geliat Transformasi Digital dan Rahasia Transaksi Aman Masyarakat Kediri
Rabu, 01 Juli 2026 - 09:30 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
KEDIRI - Penyedia layanan pembayaran digital dan keuangan, ShopeePay, turut berpartisipasi dalam gelaran Karya Kreatif Mataraman (KKM) & DIGIMAFEST 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) pada 26–28 Juni 2026 di Kediri.
Melalui partisipasi ini, ShopeePay menegaskan komitmennya dalam mendukung digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat literasi keuangan, serta mendorong adopsi pembayaran digital yang aman demi ekosistem ekonomi digital yang inklusif.
Mengusung tema "Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan", kegiatan ini mempertemukan regulator, penyedia layanan pembayaran digital, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital di daerah.
Sejalan dengan semangat tersebut, adopsi pembayaran digital di wilayah Kediri terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengguna aktif QRIS ShopeePay di Kota dan Kabupaten Kediri tumbuh lebih dari 70%. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital sekaligus semakin luasnya pemanfaatan QRIS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sinergi untuk Akses Keuangan yang Inklusif
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, menyatakan bahwa transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui sinergi yang kuat.
"Kami percaya pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi digital. Oleh karena itu, ShopeePay terus mendukung berbagai inisiatif Bank Indonesia yang bertujuan memperluas adopsi pembayaran digital, serta menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Eka.
Ia menambahkan, meningkatnya adopsi layanan digital ini juga perlu diimbangi dengan edukasi mengenai keamanan transaksi. "Melalui kolaborasi bersama regulator, kami ingin membantu masyarakat memanfaatkan teknologi keuangan secara lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab," lanjutnya.
Sebagai bagian dari KKM & DIGIMAFEST 2026, ShopeePay menghadirkan booth interaktif untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital, praktik transaksi yang aman, serta pentingnya menggunakan layanan keuangan digital secara bijak.
Selain itu, ShopeePay berpartisipasi dalam talkshow edukasi bertajuk "KLIK AMAN: Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital" bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diskusi ini mengangkat pentingnya literasi keuangan dan perlindungan konsumen di tengah masifnya adopsi layanan keuangan digital.
Inovasi dan Penguatan Sistem Keamanan Transaksi
Di luar kegiatan tersebut, ShopeePay terus konsisten mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai inovasi fitur pembayaran. Beberapa di antaranya adalah QRIS Tap berbasis NFC dan QRIS Antarnegara (cross-border QRIS), yang membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional serta pencatatan transaksi.
Inovasi ini melengkapi berbagai layanan finansial dalam satu aplikasi ShopeePay, mulai dari transfer uang ke bank dan e-wallet, pembelian produk digital, hingga kebutuhan transaksi harian lainnya.
Selain memperluas akses, ShopeePay juga memperkuat literasi keamanan transaksi sebagai bagian dari komitmen perlindungan pengguna. Melalui sesi edukasi di KKM & DIGIMAFEST 2026, masyarakat diajak untuk mengenali berbagai modus kejahatan siber yang marak berkembang, seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan kode OTP, hingga modus layanan konsumen (customer service) palsu. Peserta juga mendapatkan panduan praktis mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan langkah cepat yang harus diambil jika akun terindikasi disalahgunakan.
Komitmen ini didukung oleh sistem keamanan berlapis yang diterapkan oleh ShopeePay, meliputi:
-Enkripsi data pengguna.
-Proses Know Your Customer/Merchant (KYC/M).
-Fraud Detection System (FDS) untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
-Pemantauan Anti-Money Laundering (AML) serta patroli siber rutin guna mencegah aktivitas ilegal.
-Penerapan Autentikasi Dua Faktor (2FA) menggunakan One-Time Password (OTP) pada proses pembuatan dan perubahan PIN.
Melalui kolaborasi erat bersama Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan, ShopeePay berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang memperluas akses layanan pembayaran digital, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Melalui partisipasi ini, ShopeePay menegaskan komitmennya dalam mendukung digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat literasi keuangan, serta mendorong adopsi pembayaran digital yang aman demi ekosistem ekonomi digital yang inklusif.
Mengusung tema "Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan", kegiatan ini mempertemukan regulator, penyedia layanan pembayaran digital, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital di daerah.
Sejalan dengan semangat tersebut, adopsi pembayaran digital di wilayah Kediri terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengguna aktif QRIS ShopeePay di Kota dan Kabupaten Kediri tumbuh lebih dari 70%. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital sekaligus semakin luasnya pemanfaatan QRIS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sinergi untuk Akses Keuangan yang Inklusif
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, menyatakan bahwa transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui sinergi yang kuat.
"Kami percaya pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi digital. Oleh karena itu, ShopeePay terus mendukung berbagai inisiatif Bank Indonesia yang bertujuan memperluas adopsi pembayaran digital, serta menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Eka.
Ia menambahkan, meningkatnya adopsi layanan digital ini juga perlu diimbangi dengan edukasi mengenai keamanan transaksi. "Melalui kolaborasi bersama regulator, kami ingin membantu masyarakat memanfaatkan teknologi keuangan secara lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab," lanjutnya.
Sebagai bagian dari KKM & DIGIMAFEST 2026, ShopeePay menghadirkan booth interaktif untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital, praktik transaksi yang aman, serta pentingnya menggunakan layanan keuangan digital secara bijak.
Selain itu, ShopeePay berpartisipasi dalam talkshow edukasi bertajuk "KLIK AMAN: Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital" bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diskusi ini mengangkat pentingnya literasi keuangan dan perlindungan konsumen di tengah masifnya adopsi layanan keuangan digital.
Inovasi dan Penguatan Sistem Keamanan Transaksi
Di luar kegiatan tersebut, ShopeePay terus konsisten mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai inovasi fitur pembayaran. Beberapa di antaranya adalah QRIS Tap berbasis NFC dan QRIS Antarnegara (cross-border QRIS), yang membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional serta pencatatan transaksi.
Inovasi ini melengkapi berbagai layanan finansial dalam satu aplikasi ShopeePay, mulai dari transfer uang ke bank dan e-wallet, pembelian produk digital, hingga kebutuhan transaksi harian lainnya.
Selain memperluas akses, ShopeePay juga memperkuat literasi keamanan transaksi sebagai bagian dari komitmen perlindungan pengguna. Melalui sesi edukasi di KKM & DIGIMAFEST 2026, masyarakat diajak untuk mengenali berbagai modus kejahatan siber yang marak berkembang, seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan kode OTP, hingga modus layanan konsumen (customer service) palsu. Peserta juga mendapatkan panduan praktis mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan langkah cepat yang harus diambil jika akun terindikasi disalahgunakan.
Komitmen ini didukung oleh sistem keamanan berlapis yang diterapkan oleh ShopeePay, meliputi:
-Enkripsi data pengguna.
-Proses Know Your Customer/Merchant (KYC/M).
-Fraud Detection System (FDS) untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
-Pemantauan Anti-Money Laundering (AML) serta patroli siber rutin guna mencegah aktivitas ilegal.
-Penerapan Autentikasi Dua Faktor (2FA) menggunakan One-Time Password (OTP) pada proses pembuatan dan perubahan PIN.
Melalui kolaborasi erat bersama Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan, ShopeePay berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang memperluas akses layanan pembayaran digital, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
(unt)
Lihat Juga :