BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:25 WIB
loading...
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP RI melaksanakan survei identifikasi titik perlintasan perbatasan negara pada jalur tidak resmi (JTR) Indonesia–Timor Leste di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Foto: Ist
A A A
BELU - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melaksanakan survei identifikasi titik perlintasan perbatasan negara pada jalur tidak resmi (JTR) Indonesia–Timor Leste di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Survei yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juni 2026 ini menjadi langkah strategis BNPP dalam memperkuat pengawasan perbatasan negara yang aman, tertib, dan berbasis data lapangan.

Kegiatan survei dipimpin Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin yang diawali dengan apel pelepasan tim di PLBN Motaain, Selasa (23/6/2026).

Baca juga: BNPP Konsolidasikan Kinerja Pengelolaan Perbatasan Negara

Apel tersebut dihadiri unsur Tim Kedeputian Lintas Batas Negara BNPP RI, pengelola PLBN Motaain, Motamasin, Wini, dan Napan, jajaran Yonarmed 12 Kostrad Sektor Timur, Polres Belu, serta perwakilan Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan instansi terkait.

Nurdin mengatakan, pengelolaan perbatasan tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga harus memahami realitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat perbatasan yang telah berlangsung secara turun-temurun.

“Wilayah perbatasan bukan sekadar garis pemisah antarnegara, melainkan ruang interaksi sosial, ekonomi, dan budaya yang telah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun,” ujarnya.

BNPP secara berkelanjutan telah melakukan identifikasi pemetaan jalur tidak resmi di berbagai wilayah perbatasan. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan karakteristik yang beragam, mulai dari jalur yang dimanfaatkan untuk aktivitas sosial dan kekeluargaan hingga jalur yang berpotensi disalahgunakan untuk penyelundupan, perdagangan orang, perlintasan ilegal, hingga tindak pidana lintas negara.

“Survei ini bukan sekadar mencari keberadaan jalur, tetapi memahami karakteristiknya secara utuh, mulai dari pola pemanfaatan, tingkat kerawanan, hingga faktor-faktor yang mendorong masyarakat menggunakan jalur tersebut,” kata Nurdin.

Menurut dia, Kabupaten Belu memiliki posisi strategis dengan panjang garis batas lebih dari 100 kilometer dan dinamika lintas batas yang tinggi, sehingga memerlukan pengelolaan perbatasan terpadu.

Hasil survei akan menghasilkan data terverifikasi mengenai lokasi dan sebaran jalur, aksesibilitas, intensitas penggunaan, tingkat kerawanan, serta potensi ancaman yang menjadi dasar perumusan kebijakan pengendalian yang proporsional.

Nurdin menuturkan penanganan jalur tidak resmi tidak selalu berujung pada penutupan melainkan dapat berupa peningkatan status menjadi jalur resmi, penguatan pengawasan, atau pengetatan kontrol pada titik rawan.

Dari hasil inventarisasi awal, terdapat 27 titik JTR di wilayah Belu yang akan ditangani secara selektif dan berbasis kesepakatan bilateral Indonesia-Timor Leste.

Selain itu, Nurdin mengapresiasi peran TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan serta menekankan pentingnya layanan lintas batas terstandar melalui fungsi CIQS di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu. Saat ini, Indonesia dan Timor Leste telah menyepakati sembilan titik lintas batas dengan empat di antaranya telah memiliki PLBN terpadu.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPP RI Cek Operasional...
BNPP RI Cek Operasional Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain
Tinjau Warga Perbatasan,...
Tinjau Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran
Aksi Spontan Prabowo...
Aksi Spontan Prabowo Sapa Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas
Sekretaris BNPP: Pengelolaan...
Sekretaris BNPP: Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan
BNPP Dorong Daya Saing...
BNPP Dorong Daya Saing Tenun Ikat Belu di PLBN Motaain NTT
BNPP RI Perkuat Peran...
BNPP RI Perkuat Peran Da'i dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Rekomendasi
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved