7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Senin, 22 Juni 2026 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Leri menilai penanganan pengungsi selama ini belum menyentuh akar persoalan. Pemerintah masih berfokus pada bantuan jangka pendek, sementara kebutuhan mendasar pengungsi di bidang pendidikan, kesehatan dan pemulangan ke kampung halaman belum tertangani secara serius.
Lihat video: PENUH KASIH! Inilah Perayaan Natal Masyarakat Papua Pegunungan dan Yonif 400 Banteng Raiders
“Mereka hidup sangat susah, banyak yang meninggal di tempat pengungsian. Anak-anak, ibu-ibu, orang tua tidak diurus dengan baik. Pemerintah hanya memberi bantuan sembako dari tahun ke tahun, tetapi tidak pernah berpikir solusi permanen agar mereka bisa kembali ke kampung halaman,” ungkapnya.
Dia juga menyoroti lemahnya pendataan pengungsi yang dilakukan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Akibatnya, berbagai persoalan yang dihadapi pengungsi dinilai tidak tertangani secara tepat.
“Kesehatan anak-anak dan ibu-ibu tidak diurus, pendidikan mereka tidak diperhatikan. Pemerintah tidak pernah berpikir bagaimana mengembalikan mereka ke tempat tinggal agar bisa beraktivitas seperti biasa,” tegas Leri.
Sarjana Administrasi Publik lulusan Universitas Yapis Papua ini turut mengkritisi pernyataan pemerintah provinsi yang menyebut masyarakat enggan kembali ke Nduga karena anak-anak mereka telah bersekolah di lokasi pengungsian.
Lihat video: PENUH KASIH! Inilah Perayaan Natal Masyarakat Papua Pegunungan dan Yonif 400 Banteng Raiders
“Mereka hidup sangat susah, banyak yang meninggal di tempat pengungsian. Anak-anak, ibu-ibu, orang tua tidak diurus dengan baik. Pemerintah hanya memberi bantuan sembako dari tahun ke tahun, tetapi tidak pernah berpikir solusi permanen agar mereka bisa kembali ke kampung halaman,” ungkapnya.
Dia juga menyoroti lemahnya pendataan pengungsi yang dilakukan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Akibatnya, berbagai persoalan yang dihadapi pengungsi dinilai tidak tertangani secara tepat.
“Kesehatan anak-anak dan ibu-ibu tidak diurus, pendidikan mereka tidak diperhatikan. Pemerintah tidak pernah berpikir bagaimana mengembalikan mereka ke tempat tinggal agar bisa beraktivitas seperti biasa,” tegas Leri.
Sarjana Administrasi Publik lulusan Universitas Yapis Papua ini turut mengkritisi pernyataan pemerintah provinsi yang menyebut masyarakat enggan kembali ke Nduga karena anak-anak mereka telah bersekolah di lokasi pengungsian.
Lihat Juga :