Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:01 WIB
loading...
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, status gunung api tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan sejak awal Juni 2026, Gunung Anak Krakatau menunjukkan sejumlah gejala peningkatan aktivitas magmatik di permukaan.

Sejak 1 Juni 2026, Satelit Sentinel memperlihatkan adanya emisi gas SO2 dan anomali panas, serta pemunculan titik api di kawah sejak 10 Juni 2026. Gejala ini disertai dengan pemunculan asap dari kawah dengan intensitas cukup tinggi, dan peningkatan jumlah gempa yang berasosiasi dengan gempa vulkanik dangkal (Hembusan, Hybrid/Fase Banyak, dan Low Frequency) secara signifikan.

Baca Juga: BNPB: Rentetan Gempa di Selat Sunda Tak Terkait Gunung Anak Krakatau

"Dalam 2 hari terakhir (18 dan 19 Juni 2026), jumlah gempa Hembusan, Hybrid/Fase Banyak, dan Low Frequency meningkat drastis dengan rerata kejadian lebih dari 50 kali dalam setiap hari," ungkap Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/6/2026).

Sementara, Lana menjelaskan dari catatan sejarah tahun 1883 adalah peristiwa erupsi besar yang menghasilkan tsunami. Selain itu, goncangan gempa bumi memicu erupsi Anak Krakatau dan longsoran sebagian tubuh Anak Krakatau yang menimbulkan tsunami di kawasan Selat Sunda pada 22 Desember 2018.

"Setelah 22 Desember 2018, seri erupsi berskala rendah terus berlangsung sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023. Jeda erupsi masih berlangsung hingga saat ini. Meskipun demikian, Gunungapi Anak Krakatau terus memperlihatkan aktivitas magmatik berenergi rendah," paparnya.

Lana menegaskan meskipun tidak disertai dengan peningkatan gempa vulkanik yang berasosiasi gempa dalam (Vulkanik A dan Vulkanik B) dan deformasi, peningkatan gempa yang berasosiasi dengan gempa vulkanik dangkal mengindikasikan adanya dinamika magma Gunungapi Anak Krakatau di bagian permukaan.

"Meskipun terjadi peningkatan gejala magmatisme permukaan, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau masih dalam Level II (Waspada). Peningkatan gejala magmatisme ini bis menjadi awal peningkatan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau untuk menghasilkan erupsi," tegasnya.

Sementara, kata Lana, potensi ancaman bahaya jika terjadi erupsi berasal dari landaan awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.



Lana mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," imbaunya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km
Ngeri! Penampakan Gunung...
Ngeri! Penampakan Gunung Merapi Muntahkan 2 Kali Awan Panas Wedus Gembel
Gunung Dukono Meletus...
Gunung Dukono Meletus 2 Kali Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 2.700 Meter
3 Orang Jadi Tersangka...
3 Orang Jadi Tersangka Tambang Ilegal Lereng Gunung Merapi
Misteri Para Penjaga...
Misteri Para Penjaga Gunung Merapi, Fenny Rama Ungkap Sosok-Sosok Gaib yang Berperan!
Siapa Nirmal Purja?...
Siapa Nirmal Purja? Pendaki Nepal yang Menaklukkan 50 Pendakian dengan Ketinggian 8.000 meter
Rekomendasi
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved