Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Jum'at, 19 Juni 2026 - 18:17 WIB
loading...
BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Monumen Nasional (Monas). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Persatuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Monumen Nasional (Monas). Aliansi perguruan tinggi di Jabodetabek ini mendesak Pemerintahan Presiden Prabowo melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap kinerja setiap lembaga negara.
Terutama lembaga-lembaga yang dimandatkan untuk melaksanakan program strategis pemerintah. Tidak hanya itu, pemerintah juga diminta mengkaji kembali program-program strategis di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Kelurahan Merah-Putih dan sebagainya, agar pelaksanaan dan penggunaan anggaran disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta asas-asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB).
Ketua DEMA Universitas Nahdlatul Ulama Jehezkiel Bobby L mengatakan, pihaknya meminta pemerintah untuk menjamin stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Baca juga: Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
“Memastikan alokasi subsidi tepat sasaran serta mengambil langkah-langkah startegis lainnya untuk menjaga daya beli masyarakat, memulihkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia, hingga menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ketua HIMA Hukum Universitas Islam As-Syafi’iyah Ishaq Abdullah mengajak seluruh elemen masyarakat sipil dan mahasiswa untuk menjadikan majelis dialog ini sebagai titik balik demokrasi, bahwa rakyat dan pemerintah tidak boleh ada jarak, bisa duduk setara dalam satu meja untuk kepentingan rakyat demi terserapnya aspirasi dan kritik yang bermakna terhadap perbaikan kebijakan serta program-program pemerintah.
Lihat video: JAKARTA MEMANAS! Demo Kembali Terjadi, 4500 Personel Polisi Dikerahkan
“Kami menagih pernyataan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta pejabat publik lainnya untuk senantiasa hadir di tengah-tengah forum diskusi dengan mahasiswa dan jaringan akademisi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa juga menyatakan bahwa kampus adalah tempat argumen mengalahkan amarah, nalar menundukkan emosi, dan perbedaan pandangan diselesaikan dengan debat, bukan dengan kekerasan.
“Kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, tidak terhasut atau terprovokasi maupun mengikuti ajakan-ajakan untuk bertindak melanggar hukum serta tidak terjebak terhadap informasi sesat yang sengaja disebarkan untuk kepentingan tertentu,” katanya.
Terutama lembaga-lembaga yang dimandatkan untuk melaksanakan program strategis pemerintah. Tidak hanya itu, pemerintah juga diminta mengkaji kembali program-program strategis di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Kelurahan Merah-Putih dan sebagainya, agar pelaksanaan dan penggunaan anggaran disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta asas-asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB).
Ketua DEMA Universitas Nahdlatul Ulama Jehezkiel Bobby L mengatakan, pihaknya meminta pemerintah untuk menjamin stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Baca juga: Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
“Memastikan alokasi subsidi tepat sasaran serta mengambil langkah-langkah startegis lainnya untuk menjaga daya beli masyarakat, memulihkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia, hingga menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ketua HIMA Hukum Universitas Islam As-Syafi’iyah Ishaq Abdullah mengajak seluruh elemen masyarakat sipil dan mahasiswa untuk menjadikan majelis dialog ini sebagai titik balik demokrasi, bahwa rakyat dan pemerintah tidak boleh ada jarak, bisa duduk setara dalam satu meja untuk kepentingan rakyat demi terserapnya aspirasi dan kritik yang bermakna terhadap perbaikan kebijakan serta program-program pemerintah.
Lihat video: JAKARTA MEMANAS! Demo Kembali Terjadi, 4500 Personel Polisi Dikerahkan
“Kami menagih pernyataan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta pejabat publik lainnya untuk senantiasa hadir di tengah-tengah forum diskusi dengan mahasiswa dan jaringan akademisi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa juga menyatakan bahwa kampus adalah tempat argumen mengalahkan amarah, nalar menundukkan emosi, dan perbedaan pandangan diselesaikan dengan debat, bukan dengan kekerasan.
“Kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, tidak terhasut atau terprovokasi maupun mengikuti ajakan-ajakan untuk bertindak melanggar hukum serta tidak terjebak terhadap informasi sesat yang sengaja disebarkan untuk kepentingan tertentu,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :