BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Rabu, 17 Juni 2026 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
“Adapun jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang, tanpa adanya penambahan dari laporan sebelumnya,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya.
Kabupaten Sigi masih menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa. Berdasarkan data terkini, jumlah warga terdampak di wilayah tersebut mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa. Selain itu, tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.
Baca juga: Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
“Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak ringan, dan 30 unit rusak berat,” ujar Aam sapaan Abdul Muhari.
Aam memastikan bahwa hingga kini, pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan. Menyusul hal tersebut, pemerintah daerah setempat juga akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Kabupaten Sigi masih menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa. Berdasarkan data terkini, jumlah warga terdampak di wilayah tersebut mencapai 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa. Selain itu, tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.
Baca juga: Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
“Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak ringan, dan 30 unit rusak berat,” ujar Aam sapaan Abdul Muhari.
Aam memastikan bahwa hingga kini, pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan. Menyusul hal tersebut, pemerintah daerah setempat juga akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Lihat Juga :