Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Selasa, 16 Juni 2026 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, langkah proaktif dan komunikatif tersebut menunjukkan komitmen aparat dalam merawat demokrasi sekaligus meminimalkan potensi benturan antara mahasiswa dan petugas di lapangan. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi pengaturan lalu lintas secara situasional oleh jajaran Polantas yang menyiagakan personel di berbagai titik rawan untuk mengurai kemacetan dan mengalihkan arus demi kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, dia menyebut Polri yang humanis sangat dibutuhkan dalam situasi yang penuh tensi seperti saat ini untuk menjaga stabilitas sosial-politik dan persatuan nasional sebagai prasyarat agar pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan yang relevan dengan kondisi masyarakat. Dia menuturkan, pendekatan Polri yang terukur mencerminkan keseimbangan antara penegakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara.
“Kedua nilai tersebut sesungguhnya tidak harus saling bertentangan dalam negara demokrasi. Politik yang demokratis sejatinya selalu membuka ruang dan menghargai kritik serta protes dari masyarakat untuk memperkaya informasi yang harus diproses oleh pembuat kebijakan dalam rangka mengatasi masalah yang ada,” tuturnya.
Nasky pun mengajak semua pihak untuk konsisten menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional, menghindari aksi provokasi, serta berkomitmen menciptakan suasana aman dan kondusif. Menurutnya, segala tindakan provokatif hanya akan merugikan masyarakat luas dan mencederai demokrasi itu sendiri.
Karena itu, ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh politik, pegiat media sosial, dan seluruh warga negara untuk bersama-sama menjaga kualitas komunikasi publik dengan mengedepankan etika, penghormatan terhadap perbedaan, serta semangat mencari solusi. “Demokrasi akan semakin kuat apabila perbedaan pandangan disampaikan secara dewasa, beradab, dan bertanggung jawab. Persatuan bangsa harus senantiasa menjadi kepentingan yang lebih besar daripada perbedaan yang ada,” pungkasnya.
Selain itu, dia menyebut Polri yang humanis sangat dibutuhkan dalam situasi yang penuh tensi seperti saat ini untuk menjaga stabilitas sosial-politik dan persatuan nasional sebagai prasyarat agar pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan yang relevan dengan kondisi masyarakat. Dia menuturkan, pendekatan Polri yang terukur mencerminkan keseimbangan antara penegakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara.
“Kedua nilai tersebut sesungguhnya tidak harus saling bertentangan dalam negara demokrasi. Politik yang demokratis sejatinya selalu membuka ruang dan menghargai kritik serta protes dari masyarakat untuk memperkaya informasi yang harus diproses oleh pembuat kebijakan dalam rangka mengatasi masalah yang ada,” tuturnya.
Nasky pun mengajak semua pihak untuk konsisten menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional, menghindari aksi provokasi, serta berkomitmen menciptakan suasana aman dan kondusif. Menurutnya, segala tindakan provokatif hanya akan merugikan masyarakat luas dan mencederai demokrasi itu sendiri.
Karena itu, ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh politik, pegiat media sosial, dan seluruh warga negara untuk bersama-sama menjaga kualitas komunikasi publik dengan mengedepankan etika, penghormatan terhadap perbedaan, serta semangat mencari solusi. “Demokrasi akan semakin kuat apabila perbedaan pandangan disampaikan secara dewasa, beradab, dan bertanggung jawab. Persatuan bangsa harus senantiasa menjadi kepentingan yang lebih besar daripada perbedaan yang ada,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :