Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Senin, 15 Juni 2026 - 12:03 WIB
loading...
Nasabah PNM Mekaar, Iin Sutiyani
A
A
A
YOGYAKARTA - Gelaran Final Pro Futsal League (PFL) 2026 jadi makin bermakna dengan hadirnya ruang bagi para pengusaha ultra mikro untuk ikut memasarkan produknya terhadap 5.400 penonton di GOR Universitas Negeri Yogyakarta.
Sebagai bagian dari dukungannya menjadi sponsor utama PFL 2025/2026, PNM turut menghadirkan nasabah prasejahtera binaannya untuk memasarkan produk secara langsung kepada para pengunjung.
Salah satunya adalah seorang nasabah PNM Mekaar, Iin Sutiyani, yang menjual pempek yakni makanan khas Palembang, yang selama ini menjadi bagian perjalanan hidup dan sumber penghidupan keluarganya hampir dua dekade.
Dengan cara sederhana ini, PNM ingin menunjukkan panggung olahraga pun bisa jadi ruang tumbuh bagi usaha kecil yang berpengaruh besar untuk roda perekonomian masyarakat akar rumput.
Pada satu sisi, talenta muda Indonesia bertanding mengejar prestasi, di sisi lain pengusaha ultra mikro ikut merasakan denyut ekonomi dari ramainya Final PFL 2026.
Bagi Ibu Iin, usaha pempek bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan penopang utama ekonomi keluarga. Selama 18 tahun, dia mempertahankan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun sambil terus berjualan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ketika kondisi kesehatan suaminya memburuk akibat sakit, usaha pempek menjadi tumpuan utama keluarga. Di tengah situasi yang tidak mudah, ia memilih terus berjuang dan tidak menyerah demi masa depan anak-anaknya.
Bagi dia, kesempatan berjualan di Final Pro Futsal League (PFL) 2026 jadi pengalaman tidak terlupakan. Dalam sehari, penjualan pempeknya meningkat berkali lipat daripada hari-hari biasa, sehingga memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi keluarga.
“Alhamdulillah, biasanya saya jualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, tapi di sini hasilnya jauh lebih banyak daripada yang saya bayangkan. Saya senang dan bersyukur diberi kesempatan ikut berjualan pada acara ini," kata dia, Minggu (14/6/2026).
Dia mengaku uang dari usaha yang diperolehnya, dipakai untuk kebutuhan keluarga dan pengobatan suami. Ia berharap usahanya terus berjalan dan semakin baik ke depannya. "Semoga usaha saya terus berkembang dan bisa terus membantu keluarga,” ujarnya.
Direktur Utama PNM Kindaris mengungkapkan di balik setiap usaha kecil, ada perjuangan besar yang patut dihormati.
Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, pihaknya terus memberikan kesempatan kepada UMKM terutama perempuan prasejahtera, dan berharap para perempuan prasejahtera dapat memiliki ruang, agar terus bergerak, menjaga harapan, dan memperkuat ekonomi keluarganya.
"Kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa ketekunan, sekecil apa pun langkahnya, dapat membawa perubahan yang berarti bagi kehidupannya dan juga ekonomi akar rumput Indonesia,” katanya.
Sebagai bagian dari dukungannya menjadi sponsor utama PFL 2025/2026, PNM turut menghadirkan nasabah prasejahtera binaannya untuk memasarkan produk secara langsung kepada para pengunjung.
Salah satunya adalah seorang nasabah PNM Mekaar, Iin Sutiyani, yang menjual pempek yakni makanan khas Palembang, yang selama ini menjadi bagian perjalanan hidup dan sumber penghidupan keluarganya hampir dua dekade.
Dengan cara sederhana ini, PNM ingin menunjukkan panggung olahraga pun bisa jadi ruang tumbuh bagi usaha kecil yang berpengaruh besar untuk roda perekonomian masyarakat akar rumput.
Pada satu sisi, talenta muda Indonesia bertanding mengejar prestasi, di sisi lain pengusaha ultra mikro ikut merasakan denyut ekonomi dari ramainya Final PFL 2026.
Bagi Ibu Iin, usaha pempek bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan penopang utama ekonomi keluarga. Selama 18 tahun, dia mempertahankan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun sambil terus berjualan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ketika kondisi kesehatan suaminya memburuk akibat sakit, usaha pempek menjadi tumpuan utama keluarga. Di tengah situasi yang tidak mudah, ia memilih terus berjuang dan tidak menyerah demi masa depan anak-anaknya.
Bagi dia, kesempatan berjualan di Final Pro Futsal League (PFL) 2026 jadi pengalaman tidak terlupakan. Dalam sehari, penjualan pempeknya meningkat berkali lipat daripada hari-hari biasa, sehingga memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi keluarga.
“Alhamdulillah, biasanya saya jualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, tapi di sini hasilnya jauh lebih banyak daripada yang saya bayangkan. Saya senang dan bersyukur diberi kesempatan ikut berjualan pada acara ini," kata dia, Minggu (14/6/2026).
Dia mengaku uang dari usaha yang diperolehnya, dipakai untuk kebutuhan keluarga dan pengobatan suami. Ia berharap usahanya terus berjalan dan semakin baik ke depannya. "Semoga usaha saya terus berkembang dan bisa terus membantu keluarga,” ujarnya.
Direktur Utama PNM Kindaris mengungkapkan di balik setiap usaha kecil, ada perjuangan besar yang patut dihormati.
Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, pihaknya terus memberikan kesempatan kepada UMKM terutama perempuan prasejahtera, dan berharap para perempuan prasejahtera dapat memiliki ruang, agar terus bergerak, menjaga harapan, dan memperkuat ekonomi keluarganya.
"Kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa ketekunan, sekecil apa pun langkahnya, dapat membawa perubahan yang berarti bagi kehidupannya dan juga ekonomi akar rumput Indonesia,” katanya.
(unt)
Lihat Juga :