Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Senin, 15 Juni 2026 - 17:01 WIB
loading...
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan sejumlah upaya pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah penyampaikan aspirasi yang belakangan terjadi. Foto/
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan sejumlah upaya pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah penyampaikan aspirasi yang belakangan terjadi. Hal itu disampaikan Prasetyo menjawab pertanyaan dalam sesi konferensi pers Mensesneg dan Menteri Investasi Rosan Roeslani di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
"Berkenaan dengan kalau pertanyaannya tadi bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada masyarakat perlu kami sampaikan bahwa selain Pak Rosan melaporkan mengenai hasil dari kunjungan kerja beliau, Bapak Presiden tadi juga kembali menekankan beberapa hal yang itu menurut pendapat kami juga bagian dari upaya kita untuk memberikan kepercayaan kepada pelaku-pelaku ekonomi yang nanti ujungnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat," ujar Prasetyo.
Baca juga: Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama, kata Prasetyo, berkenaan dengan masalah deregulasi yang berkali-kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
"Bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," kata Prasetyo.
Kedua, kata Prasetyo, Presiden Prabowo kembali menekankan khususnya kepada Rosan sebagai CEO Danantara dan sekaligus sebagai salah satu anggota dari Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, perihal penguatan mata uang yang tidak bisa bisa lepas dari performa ekspor dan impor Indonesia.
Baca juga: Soal Bencana Banjir, Istana: Jabodetabek Dulu Punya Lebih 1.000 Situ, Kini Tersisa 200
"Berkaitan dengan performa ekspor dan impor kita itu salah satunya juga berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi. Di satu sisi industrialisasi dan hilirisasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor," katanya.
Pemerintah, lanjut Prasetyo berharap produk-produk yang dihasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi dapat memberikan nilai tambah yang berdampak terhadap penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara.
"Jadi itu juga dua hal yang tadi ditekankan oleh Bapak Presiden untuk bisa dipercepat selain mengenai mulai tumbuhnya kepercayaan investor asing terutama terhadap global bond yang diterbitkan Danantara," katanya.
Terakhir, kata Prasetyo, yang tidak kalah penting di dalam diskusi dengan Presiden adalah mengenai stabilitas di dalam iklim usaha.
"Oleh karena itulah kami selaku pemerintah mari kita semua kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi untuk mari bergandengan tangan kita bekerja sama kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita," katanya.
Sementara itu mengenai upaya mengembalikan kepercayaan investor, Prasetyo menekankan bahwa dalam satu-dua pekan belakangan pemerintah tengah memperkuat koordinasi maupun memperkuat kerja sama.
"Dan terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat apa memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar," ujar Prasetyo.
"Dan apa yang disampaikan Pak Rosan sebenarnya adalah upaya yang sebetulnya bukan karena keadaan hari-hari ini, jadi memang itu target dari Danantara yang berkaitan dengan masalah global bond bahwa ternyata itu juga kemudian membuktikan kepercayaan investor baik apa namanya di Amerika maupun tadi dari Eropa maupun dari Asia terhadap global bond yang diterbitkan oleh Danantara itu sesuatu hal yang perlu kita syukuri dan terima kasih Pak Rosan atas kerja kerasnya," pungkasnya.
"Berkenaan dengan kalau pertanyaannya tadi bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada masyarakat perlu kami sampaikan bahwa selain Pak Rosan melaporkan mengenai hasil dari kunjungan kerja beliau, Bapak Presiden tadi juga kembali menekankan beberapa hal yang itu menurut pendapat kami juga bagian dari upaya kita untuk memberikan kepercayaan kepada pelaku-pelaku ekonomi yang nanti ujungnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat," ujar Prasetyo.
Baca juga: Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama, kata Prasetyo, berkenaan dengan masalah deregulasi yang berkali-kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
"Bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," kata Prasetyo.
Kedua, kata Prasetyo, Presiden Prabowo kembali menekankan khususnya kepada Rosan sebagai CEO Danantara dan sekaligus sebagai salah satu anggota dari Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, perihal penguatan mata uang yang tidak bisa bisa lepas dari performa ekspor dan impor Indonesia.
Baca juga: Soal Bencana Banjir, Istana: Jabodetabek Dulu Punya Lebih 1.000 Situ, Kini Tersisa 200
"Berkaitan dengan performa ekspor dan impor kita itu salah satunya juga berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi. Di satu sisi industrialisasi dan hilirisasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor," katanya.
Pemerintah, lanjut Prasetyo berharap produk-produk yang dihasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi dapat memberikan nilai tambah yang berdampak terhadap penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara.
"Jadi itu juga dua hal yang tadi ditekankan oleh Bapak Presiden untuk bisa dipercepat selain mengenai mulai tumbuhnya kepercayaan investor asing terutama terhadap global bond yang diterbitkan Danantara," katanya.
Terakhir, kata Prasetyo, yang tidak kalah penting di dalam diskusi dengan Presiden adalah mengenai stabilitas di dalam iklim usaha.
"Oleh karena itulah kami selaku pemerintah mari kita semua kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh pelaku pasar, kepada seluruh pelaku ekonomi untuk mari bergandengan tangan kita bekerja sama kita bekerja keras untuk mengembalikan atau memulihkan dan memperkuat ekonomi kita," katanya.
Sementara itu mengenai upaya mengembalikan kepercayaan investor, Prasetyo menekankan bahwa dalam satu-dua pekan belakangan pemerintah tengah memperkuat koordinasi maupun memperkuat kerja sama.
"Dan terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat apa memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar," ujar Prasetyo.
"Dan apa yang disampaikan Pak Rosan sebenarnya adalah upaya yang sebetulnya bukan karena keadaan hari-hari ini, jadi memang itu target dari Danantara yang berkaitan dengan masalah global bond bahwa ternyata itu juga kemudian membuktikan kepercayaan investor baik apa namanya di Amerika maupun tadi dari Eropa maupun dari Asia terhadap global bond yang diterbitkan oleh Danantara itu sesuatu hal yang perlu kita syukuri dan terima kasih Pak Rosan atas kerja kerasnya," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :