Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Senin, 15 Juni 2026 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Dalam apel tersebut, Kombes Joko menyampaikan amanat Kapolda Metro Jaya pada jajarannya, pertama meminta jajarannya melaksanakan tugas secara humanis dan terukur. Jangan mudah terpancing emosi, hadapi dengan sabar, tenang dan proporsional serta penegakan hukum adalah langkah terakhir.
Kedua, tidak ada penggunaan senjata api. Propam wajib memastikan dan memvideokan pemeriksaan alat alut alsus seluruh personel sebelum bertugas. Ketuga, satu komando, tidak ada inisiatif sendiri-sendiri, semua tindakan di lapangan harus berdasarkan atas perintah. Penggunaan gas air mata hanya atas perintah Kapolda Metro Jaya.
Keempat, sterilkan area belakang pasukan. Untuk jajaran Bimas, saya minta aktifkan melakukan imbauan menggunakan pengeras suara agar masyarakat yang tidak berkepentingan meninggalkan zona unjuk rasa. Tim Remas dan Tim Raisa melakukan penyisiran dari belakang pasukan dan bergerak maju secara teratur.
Tidak boleh ada massa cair maupun pihak lain yang tidak berkepentingan di belakang barisan. Waspadai potensi keberadaan provokator dan kemungkinan adanya benda berbahaya seperti bom molotov.
Kelima, jaga solidaritas komposisi pasukan. Dalmas, Remas atau Raisa dan Brimob yang sudah tergabung dalam satu set, tidak boleh dipecah dalam situasi pengamanan khusus. Pastikan komposisi setiap tidak berubah mendadak. Selain itu, siapkan kancil lantas di setiap titik simpang bergerak. Untuk pergeseran pasukan, apabila diperlukan.
Kedua, tidak ada penggunaan senjata api. Propam wajib memastikan dan memvideokan pemeriksaan alat alut alsus seluruh personel sebelum bertugas. Ketuga, satu komando, tidak ada inisiatif sendiri-sendiri, semua tindakan di lapangan harus berdasarkan atas perintah. Penggunaan gas air mata hanya atas perintah Kapolda Metro Jaya.
Keempat, sterilkan area belakang pasukan. Untuk jajaran Bimas, saya minta aktifkan melakukan imbauan menggunakan pengeras suara agar masyarakat yang tidak berkepentingan meninggalkan zona unjuk rasa. Tim Remas dan Tim Raisa melakukan penyisiran dari belakang pasukan dan bergerak maju secara teratur.
Tidak boleh ada massa cair maupun pihak lain yang tidak berkepentingan di belakang barisan. Waspadai potensi keberadaan provokator dan kemungkinan adanya benda berbahaya seperti bom molotov.
Kelima, jaga solidaritas komposisi pasukan. Dalmas, Remas atau Raisa dan Brimob yang sudah tergabung dalam satu set, tidak boleh dipecah dalam situasi pengamanan khusus. Pastikan komposisi setiap tidak berubah mendadak. Selain itu, siapkan kancil lantas di setiap titik simpang bergerak. Untuk pergeseran pasukan, apabila diperlukan.
Lihat Juga :