Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Minggu, 14 Juni 2026 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di bangunan sementara yang telah disiapkan.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fisik gedung hingga penyediaan fasilitas dan perlengkapan sekolah.
Lihat video: Viral! Anak-Anak Penyintas Banjir Aceh Lebih Pilih Al-Qur'an Ketimbang Makanan
"Alhamdulillah MIN 5 Pidie Jaya segera dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya," kata Azhari.
Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya dilakukan di atas lahan hibah dari sejumlah warga Aceh, salah satunya Nur Azizah, istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014-2020.
Selain itu, penyusunan master plan gedung baru madrasah turut mendapat dukungan dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Sejumlah pihak juga terlibat dalam proses penimbunan lahan, di antaranya Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), masyarakat setempat, Satgas PRR Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fisik gedung hingga penyediaan fasilitas dan perlengkapan sekolah.
Lihat video: Viral! Anak-Anak Penyintas Banjir Aceh Lebih Pilih Al-Qur'an Ketimbang Makanan
"Alhamdulillah MIN 5 Pidie Jaya segera dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya," kata Azhari.
Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya dilakukan di atas lahan hibah dari sejumlah warga Aceh, salah satunya Nur Azizah, istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014-2020.
Selain itu, penyusunan master plan gedung baru madrasah turut mendapat dukungan dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Sejumlah pihak juga terlibat dalam proses penimbunan lahan, di antaranya Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), masyarakat setempat, Satgas PRR Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh.
(cip)
Lihat Juga :