Jelang Demo Mahasiswa BEM UI, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Masih Ramai Lancar
Jum'at, 12 Juni 2026 - 11:04 WIB
loading...
BEM UI akan menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Arus lalu lintas (lalin) di area Bundaran HI masih ramai lancar. Foto/Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia ( BEM UI ) akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Menjelang aksi demo, arus lalu lintas (lalin) di area Bundaran HI masih ramai lancar.
Pantauan SindoNews, hingga pukul 10.40 WIB, kelompok massa belum terlihat tiba di titik aksi. Meski begitu, aparat gabungan seperti TNI-Polri telah berjaga di lokasi.
Tampak pengemudi juga masih bisa melintas dengan normal di area Bundaran HI, dari arah Jalan Jenderal Sudirman ataupun Jalan MH Thamrin. Tak terlihat adanya kemacetan yang mengular di lokasi aksi.
Massa BEM UI akan menggelar aksi demo di Bundaran HI lantaran prihatin terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. "Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Situasi yang dihadapi bangsa saat ini menurutnya bukan soal perbedaan politik, tetapi tentang seluruh rakyat yang dirugikan.
Selain itu, BEM UI juga mengkritik sikap pemerintah yang kerap mempertontonkan sikap minim akuntabilitas, arogansi, miskin empati, dan semakin jauh dari keberpihakan terhadap rakyat.
"Kepemimpinan yang baik seharusnya hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjawab keresahan publik. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," katanya.
Dengan serangkaian permalasahan negeri ini, hal tersebut membuat BEM UI merasa terpanggil untuk turun ke jalan. BEM UI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan karena aksi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan Bundaran HI.
"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok (hari ini) hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," ucapnya.
Pantauan SindoNews, hingga pukul 10.40 WIB, kelompok massa belum terlihat tiba di titik aksi. Meski begitu, aparat gabungan seperti TNI-Polri telah berjaga di lokasi.
Tampak pengemudi juga masih bisa melintas dengan normal di area Bundaran HI, dari arah Jalan Jenderal Sudirman ataupun Jalan MH Thamrin. Tak terlihat adanya kemacetan yang mengular di lokasi aksi.
Massa BEM UI akan menggelar aksi demo di Bundaran HI lantaran prihatin terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. "Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Situasi yang dihadapi bangsa saat ini menurutnya bukan soal perbedaan politik, tetapi tentang seluruh rakyat yang dirugikan.
Selain itu, BEM UI juga mengkritik sikap pemerintah yang kerap mempertontonkan sikap minim akuntabilitas, arogansi, miskin empati, dan semakin jauh dari keberpihakan terhadap rakyat.
"Kepemimpinan yang baik seharusnya hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjawab keresahan publik. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," katanya.
Dengan serangkaian permalasahan negeri ini, hal tersebut membuat BEM UI merasa terpanggil untuk turun ke jalan. BEM UI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan karena aksi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan Bundaran HI.
"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok (hari ini) hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," ucapnya.
(zik)
Lihat Juga :