SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Rabu, 10 Juni 2026 - 20:37 WIB
loading...
A
A
A
Stephanie menilai semakin banyak keluarga kini mencari pendidikan yang mampu mengembangkan anak secara utuh, bukan sekadar mengejar prestasi akademik.
"Kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap pendidikan yang membantu anak mengenali potensinya, membangun karakter, mengembangkan kepemimpinan, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang terus berubah," ujarnya.
Lihat video: ERA BARU PENDIDIKAN: GANTI ATURAN, GANTI MASA DEPAN?
Data Pelita Harapan Group menunjukkan saat ini lembaga tersebut melayani lebih dari 45.000 siswa dan mahasiswa aktif melalui 71 sekolah di berbagai daerah di Indonesia serta Universitas Pelita Harapan.
Executive Director Sekolah Dian Harapan Deny Kiswanto Sinaga mengatakan tantangan pendidikan saat ini bukan hanya memastikan anak memperoleh akses belajar yang baik, tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Menurut dia, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membuat kemampuan yang bersifat teknis semakin mudah tergantikan. Sebaliknya, kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, dan memimpin justru semakin dibutuhkan.
"Karena itu pendidikan harus mempersiapkan siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dunia akan terus berubah, tetapi kemampuan belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan yang benar akan selalu dibutuhkan," katanya.
"Kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap pendidikan yang membantu anak mengenali potensinya, membangun karakter, mengembangkan kepemimpinan, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang terus berubah," ujarnya.
Lihat video: ERA BARU PENDIDIKAN: GANTI ATURAN, GANTI MASA DEPAN?
Data Pelita Harapan Group menunjukkan saat ini lembaga tersebut melayani lebih dari 45.000 siswa dan mahasiswa aktif melalui 71 sekolah di berbagai daerah di Indonesia serta Universitas Pelita Harapan.
Executive Director Sekolah Dian Harapan Deny Kiswanto Sinaga mengatakan tantangan pendidikan saat ini bukan hanya memastikan anak memperoleh akses belajar yang baik, tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Menurut dia, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membuat kemampuan yang bersifat teknis semakin mudah tergantikan. Sebaliknya, kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, dan memimpin justru semakin dibutuhkan.
"Karena itu pendidikan harus mempersiapkan siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dunia akan terus berubah, tetapi kemampuan belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan yang benar akan selalu dibutuhkan," katanya.
Lihat Juga :