Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Jum'at, 05 Juni 2026 - 18:22 WIB
loading...
Sebanyak 310 warga Riau mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan Polda Riau bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, Perdami Riau-Kepri, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation. Foto: Ist
A
A
A
PEKANBARU - Sebanyak 310 warga dari berbagai kabupaten dan kota di Riau mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan Polda Riau bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Riau-Kepri, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation.
Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru, menjadi wujud nyata kolaborasi kemanusiaan lintas sektor dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengembalikan harapan bagi para penderita katarak yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan.
Baca juga: Operasi Katarak di Donggala, Lansia Hidup Bermartabat
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, kegiatan ini bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hidup yang bermakna adalah hidup yang mampu memberikan manfaat bagi sesama manusia.
“Hari ini kita menguatkan satu nilai yang sangat penting yaitu human solidarity. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama manusia. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya soal operasi medis, tetapi bagaimana menghadirkan kembali harapan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
“Saya merasakan sendiri bagaimana seseorang harus menjalani aktivitas keterbatasan karena tidak dapat melihat dengan baik. Karena itu, ketika hari ini ada 310 warga yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas, maka sesungguhnya kita sedang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya,” tambahnya.
Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat. “Ketika seseorang kembali bisa melihat, ia bisa melihat anak dan cucunya, bisa berjalan lebih mandiri, bisa beraktivitas kembali, dan bisa menikmati kehidupan dengan lebih baik. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian kepada sesama,” ungkapnya.
Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation Emi Wiranto mengatakan, kegiatan operasi katarak gratis merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.
“Kami percaya kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kolaborasi bersama Polda Riau, Rumah Sakit Awal Bros, dan Perdami, kami ingin membantu masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan penglihatan agar dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik,” ujarnya.
Menurut dia, tingginya jumlah peserta yang mengikuti program tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata. Karena itu, Sekar Ayu Jiwanta Foundation berkomitmen terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
CEO Rumah Sakit Awal Bros Arfan Awaloeddin menuturkan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan penglihatan akibat katarak bukan karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan melainkan karena keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
“Katarak bukan penyakit tanpa solusi. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Karena itu, hari ini kami bersama Polda Riau, Perdami, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation berupaya menghadirkan pelayanan tersebut secara langsung kepada masyarakat,” katanya.
Dia juga mengapresiasi gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau. Konsep tersebut tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia.
“Awalnya saya mengira Green Policing hanya berbicara soal penghijauan. Namun semakin saya memahami, ternyata filosofi yang dibangun jauh lebih besar, yaitu bagaimana menjaga kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang kami rasakan dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru, menjadi wujud nyata kolaborasi kemanusiaan lintas sektor dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengembalikan harapan bagi para penderita katarak yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan.
Baca juga: Operasi Katarak di Donggala, Lansia Hidup Bermartabat
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, kegiatan ini bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hidup yang bermakna adalah hidup yang mampu memberikan manfaat bagi sesama manusia.
“Hari ini kita menguatkan satu nilai yang sangat penting yaitu human solidarity. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama manusia. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya soal operasi medis, tetapi bagaimana menghadirkan kembali harapan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
“Saya merasakan sendiri bagaimana seseorang harus menjalani aktivitas keterbatasan karena tidak dapat melihat dengan baik. Karena itu, ketika hari ini ada 310 warga yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas, maka sesungguhnya kita sedang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya,” tambahnya.
Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat. “Ketika seseorang kembali bisa melihat, ia bisa melihat anak dan cucunya, bisa berjalan lebih mandiri, bisa beraktivitas kembali, dan bisa menikmati kehidupan dengan lebih baik. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian kepada sesama,” ungkapnya.
Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation Emi Wiranto mengatakan, kegiatan operasi katarak gratis merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.
“Kami percaya kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kolaborasi bersama Polda Riau, Rumah Sakit Awal Bros, dan Perdami, kami ingin membantu masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan penglihatan agar dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik,” ujarnya.
Menurut dia, tingginya jumlah peserta yang mengikuti program tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata. Karena itu, Sekar Ayu Jiwanta Foundation berkomitmen terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
CEO Rumah Sakit Awal Bros Arfan Awaloeddin menuturkan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan penglihatan akibat katarak bukan karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan melainkan karena keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
“Katarak bukan penyakit tanpa solusi. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Karena itu, hari ini kami bersama Polda Riau, Perdami, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation berupaya menghadirkan pelayanan tersebut secara langsung kepada masyarakat,” katanya.
Dia juga mengapresiasi gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau. Konsep tersebut tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia.
“Awalnya saya mengira Green Policing hanya berbicara soal penghijauan. Namun semakin saya memahami, ternyata filosofi yang dibangun jauh lebih besar, yaitu bagaimana menjaga kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang kami rasakan dalam kegiatan ini,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :