Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Kamis, 04 Juni 2026 - 21:35 WIB
loading...
Kuasa hukum terduga pelaku MIA, Herman menyampaikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada 6 Mei 2026 lalu. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menanggapi berbagai narasi yang berkembang di media sosial terkait insiden yang terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada 6 Mei 2026 lalu, kuasa hukum dari terduga pelaku selebgram berinisial MIA, Herman menyampaikan klarifikasi.
Dia menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban berinisial MHF serta meminta masyarakat melihat peristiwa tersebut secara utuh dan proporsional berdasarkan keseluruhan kronologi kejadian.
Baca juga: Detik-Detik Selebgram yang Aniaya Warga Brunei hingga Tewas Dibekuk
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya saudara MHF. Klien kami tidak pernah memiliki niat mencari masalah ataupun melakukan kekerasan kepada siapa pun. Peristiwa itu terjadi sangat cepat dalam situasi yang penuh tekanan dan kepanikan,” ujar Herman dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Dia menjelaskan bahwa pada malam kejadian, kliennya baru kembali menuju hotel tempat menginap di kawasan Jakarta Selatan. Namun setibanya di lokasi, kliennya didatangi dan dihadang oleh korban bersama beberapa rekannya di area luar hotel.
Menurutnya, situasi saat itu berlangsung dalam kondisi ramai dan menegangkan sehingga pihak MIA merasa tertekan dan terintimidasi.
Baca juga: Terungkap, Selebgram Woodyrman Mabuk saat Hajar Warga Negara Brunei di Blok M
“Klien kami berada di negara orang dan saat itu situasinya sangat gaduh. Kami sampaikan bahwa posisi klien kami saat itu sangat terdesak, panik, dan tidak dalam kondisi berpikir panjang. Respons yang terjadi saat itu merupakan refleks spontan untuk melindungi diri,” lanjutnya.
Herman menepis narasi yang menyebut kliennya melarikan diri setelah kejadian. Ia menegaskan bahwa MIA tetap berada di lokasi dan ikut bertanggung jawab membantu proses penanganan korban sejak awal.
“Setelah kejadian, klien kami tidak meninggalkan korban. MIA bersama rekan-rekan langsung membantu membawa saudara MHF ke rumah sakit Pertamina yang merupakan rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan medis,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyebut komunikasi antara kedua belah pihak sempat berlangsung dengan baik pasca-kejadian dan upaya perdamaian telah dilakukan secara kekeluargaan.
“Kami berusaha menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab moral kepada korban maupun keluarganya. Kami turut mendampingi proses penanganan medis dan berharap persoalan ini dapat dipahami secara jernih serta diselesaikan sesuai proses hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Herman mengajak masyarakat untuk tidak membentuk opini sepihak berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
“Kami memohon kepada masyarakat untuk tidak menghakimi secara sepihak sebelum seluruh fakta dan proses hukum berjalan secara objektif. Kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan siap kooperatif,” pungkasnya.
Dia menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban berinisial MHF serta meminta masyarakat melihat peristiwa tersebut secara utuh dan proporsional berdasarkan keseluruhan kronologi kejadian.
Baca juga: Detik-Detik Selebgram yang Aniaya Warga Brunei hingga Tewas Dibekuk
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya saudara MHF. Klien kami tidak pernah memiliki niat mencari masalah ataupun melakukan kekerasan kepada siapa pun. Peristiwa itu terjadi sangat cepat dalam situasi yang penuh tekanan dan kepanikan,” ujar Herman dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Dia menjelaskan bahwa pada malam kejadian, kliennya baru kembali menuju hotel tempat menginap di kawasan Jakarta Selatan. Namun setibanya di lokasi, kliennya didatangi dan dihadang oleh korban bersama beberapa rekannya di area luar hotel.
Menurutnya, situasi saat itu berlangsung dalam kondisi ramai dan menegangkan sehingga pihak MIA merasa tertekan dan terintimidasi.
Baca juga: Terungkap, Selebgram Woodyrman Mabuk saat Hajar Warga Negara Brunei di Blok M
“Klien kami berada di negara orang dan saat itu situasinya sangat gaduh. Kami sampaikan bahwa posisi klien kami saat itu sangat terdesak, panik, dan tidak dalam kondisi berpikir panjang. Respons yang terjadi saat itu merupakan refleks spontan untuk melindungi diri,” lanjutnya.
Herman menepis narasi yang menyebut kliennya melarikan diri setelah kejadian. Ia menegaskan bahwa MIA tetap berada di lokasi dan ikut bertanggung jawab membantu proses penanganan korban sejak awal.
“Setelah kejadian, klien kami tidak meninggalkan korban. MIA bersama rekan-rekan langsung membantu membawa saudara MHF ke rumah sakit Pertamina yang merupakan rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan medis,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyebut komunikasi antara kedua belah pihak sempat berlangsung dengan baik pasca-kejadian dan upaya perdamaian telah dilakukan secara kekeluargaan.
“Kami berusaha menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab moral kepada korban maupun keluarganya. Kami turut mendampingi proses penanganan medis dan berharap persoalan ini dapat dipahami secara jernih serta diselesaikan sesuai proses hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Herman mengajak masyarakat untuk tidak membentuk opini sepihak berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
“Kami memohon kepada masyarakat untuk tidak menghakimi secara sepihak sebelum seluruh fakta dan proses hukum berjalan secara objektif. Kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan siap kooperatif,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :