Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Kamis, 04 Juni 2026 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah era digital, Malvin menekankan bahwa peluang bagi generasi muda sebenarnya semakin terbuka luas. Anak muda tidak lagi harus mendapat kesempatan, melainkan dapat menciptakan peluang melalui menunggu kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, hingga berbagai profesi baru yang lahir dari perkembangan zaman.
"Hari ini anak muda bisa menciptakan peluang sendiri melalui bisnis, teknologi, ekonomi kreatif, maupun inovasi baru. Mereka tidak harus hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga bisa menjadi pencipta solusi dan pembuka lapangan kerja," ujarnya.
Malvin menyoroti tiga karakter utama yang perlu dibangun oleh generasi muda Indonesia. Pertama, karakter pembelajar, yakni kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perubahan dunia yang cepat.
Kedua, karakter pekerja keras, karena kesuksesan dibangun melalui disiplin dan konsistensi, bukan motivasi sesaat. Ketiga, karakter pencipta nilai , yaitu mengubah pola pikir dari sekadar mencari keuntungan pribadi menjadi berorientasi pada kontribusi dan solusi bagi masyarakat.
"Generasi muda perlu mengubah pertanyaan dari 'apa yang bisa saya dapatkan?' menjadi 'apa yang bisa saya berikan?'. Ketika seseorang mampu memberikan solusi bagi banyak orang, nilai ekonomi akan mengikuti."
Menurutnya, tantangan terbesar Indonesia bukan terletak pada keterbatasan sumber daya alam, melainkan pada kebutuhan menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.
"Hari ini anak muda bisa menciptakan peluang sendiri melalui bisnis, teknologi, ekonomi kreatif, maupun inovasi baru. Mereka tidak harus hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga bisa menjadi pencipta solusi dan pembuka lapangan kerja," ujarnya.
Malvin menyoroti tiga karakter utama yang perlu dibangun oleh generasi muda Indonesia. Pertama, karakter pembelajar, yakni kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perubahan dunia yang cepat.
Kedua, karakter pekerja keras, karena kesuksesan dibangun melalui disiplin dan konsistensi, bukan motivasi sesaat. Ketiga, karakter pencipta nilai , yaitu mengubah pola pikir dari sekadar mencari keuntungan pribadi menjadi berorientasi pada kontribusi dan solusi bagi masyarakat.
"Generasi muda perlu mengubah pertanyaan dari 'apa yang bisa saya dapatkan?' menjadi 'apa yang bisa saya berikan?'. Ketika seseorang mampu memberikan solusi bagi banyak orang, nilai ekonomi akan mengikuti."
Menurutnya, tantangan terbesar Indonesia bukan terletak pada keterbatasan sumber daya alam, melainkan pada kebutuhan menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.
Lihat Juga :