Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Rabu, 03 Juni 2026 - 21:35 WIB
loading...
Ketua Umum APJI, Tashya Megananda Yukki bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat pembukaan Rakernas APJI 2026 di Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI 2026 di Kota Yogyakarta, pada 3-5 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 500 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota APJI dari 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di seluruh Indonesia, serta perwakilan jejaring internasional APJI di Australia, Belanda, dan Inggris Raya.
Mengusung tema “Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Strategis Utama Jasaboga”, Rakernas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi. Selain itu, meningkatkan kapasitas anggota, serta mempertegas peran APJI sebagai mitra strategis pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan industri jasaboga nasional.
Baca juga: Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Ketua Umum APJI, Tashya Megananda Yukki mengatakan, industri jasaboga memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung ketahanan pangan , peningkatan kualitas gizi masyarakat, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Rakernas APJI merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing anggota. Kami ingin memastikan APJI terus menjadi organisasi yang relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri jasaboga Indonesia,” ujar Tashya.
Menurut Tashya, industri jasaboga bersama sektor makanan dan minuman berkontribusi hampir 10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau setara sekitar Rp2.300 triliun. Sektor ini juga diperkirakan menyerap hingga 11,7 juta tenaga kerja.
Baca juga: Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Saat ini, jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia mencapai sekitar 4,85 juta unit usaha dengan perputaran omzet yang diperkirakan mencapai Rp998 triliun.
Rakernas APJI 2026 juga menjadi ajang mempererat kolaborasi antaranggota dari seluruh Indonesia sekaligus memperluas sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem industri jasaboga yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Salah satu agenda penting dalam Rakernas kali ini adalah pelantikan DPD APJI Papua Tengah. Langkah tersebut menjadi bukti komitmen APJI dalam mendorong pemerataan pengembangan industri jasaboga di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah timur yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha jasaboga, APJI juga menegaskan komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan standar industri.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program edukasi, pelatihan, dan sertifikasi di bidang manajemen katering, keamanan pangan, serta higienitas pengolahan makanan.
“Melalui berbagai kegiatan tersebut, APJI mendorong terciptanya tata kelola penyediaan makanan yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga dapat mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah,” tegas Tashya.
Rakernas APJI 2026 juga menyoroti berbagai capaian organisasi dalam membantu pengusaha jasaboga naik kelas menuju pasar global. Salah satunya melalui APJI Mart, sebuah ekosistem pemasaran yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk unggulan anggota APJI.
Mengusung tema “Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Strategis Utama Jasaboga”, Rakernas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi. Selain itu, meningkatkan kapasitas anggota, serta mempertegas peran APJI sebagai mitra strategis pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan industri jasaboga nasional.
Baca juga: Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Ketua Umum APJI, Tashya Megananda Yukki mengatakan, industri jasaboga memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung ketahanan pangan , peningkatan kualitas gizi masyarakat, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Rakernas APJI merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing anggota. Kami ingin memastikan APJI terus menjadi organisasi yang relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri jasaboga Indonesia,” ujar Tashya.
Menurut Tashya, industri jasaboga bersama sektor makanan dan minuman berkontribusi hampir 10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau setara sekitar Rp2.300 triliun. Sektor ini juga diperkirakan menyerap hingga 11,7 juta tenaga kerja.
Baca juga: Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Saat ini, jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia mencapai sekitar 4,85 juta unit usaha dengan perputaran omzet yang diperkirakan mencapai Rp998 triliun.
Rakernas APJI 2026 juga menjadi ajang mempererat kolaborasi antaranggota dari seluruh Indonesia sekaligus memperluas sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem industri jasaboga yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Salah satu agenda penting dalam Rakernas kali ini adalah pelantikan DPD APJI Papua Tengah. Langkah tersebut menjadi bukti komitmen APJI dalam mendorong pemerataan pengembangan industri jasaboga di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah timur yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha jasaboga, APJI juga menegaskan komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan standar industri.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program edukasi, pelatihan, dan sertifikasi di bidang manajemen katering, keamanan pangan, serta higienitas pengolahan makanan.
“Melalui berbagai kegiatan tersebut, APJI mendorong terciptanya tata kelola penyediaan makanan yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga dapat mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah,” tegas Tashya.
Rakernas APJI 2026 juga menyoroti berbagai capaian organisasi dalam membantu pengusaha jasaboga naik kelas menuju pasar global. Salah satunya melalui APJI Mart, sebuah ekosistem pemasaran yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk unggulan anggota APJI.
(shf)
Lihat Juga :