Gunung Semeru Erupsi Malam Ini, Luncurkan Kolom Abu 2.000 Meter
Jum'at, 29 Mei 2026 - 19:46 WIB
loading...
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada tanggal 29 Mei 2026 pukul 19:07 WIB. Foto: PVMBG
A
A
A
JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada tanggal 29 Mei 2026 pukul 19:07 WIB. PVMBG mencatat tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 m di atas puncak (sekitar 5.676 m di atas permukaan laut).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 3 menit 51 detik," tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.
PVMBG juga melaporkan bahwa erupsi ini disertai awan panas, ke arah tenggara besuk kobokan dengan jarak luncur 2.000 meter. Sementara itu, erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.
Baca juga: CFD Rasuna Said Akan Digelar Rutin Mulai 7 Juni: Pukul 05.30 - 09.00 WIB
Saat ini, PVMBG mengungkapkan bahwa Gunung Semeru berada pada status level III (Siaga) dengan rekomendasi tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ungkap PVMBG.
PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 3 menit 51 detik," tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.
PVMBG juga melaporkan bahwa erupsi ini disertai awan panas, ke arah tenggara besuk kobokan dengan jarak luncur 2.000 meter. Sementara itu, erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.
Baca juga: CFD Rasuna Said Akan Digelar Rutin Mulai 7 Juni: Pukul 05.30 - 09.00 WIB
Saat ini, PVMBG mengungkapkan bahwa Gunung Semeru berada pada status level III (Siaga) dengan rekomendasi tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ungkap PVMBG.
PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.
(rca)
Lihat Juga :