Sejatinya Saingan Kota Medan Itu Singapura dan Kualalumpur, Bukan Kota Lokal

Senin, 21 September 2020 - 11:26 WIB
loading...
Sejatinya Saingan Kota...
Kota Medan, saingannya bukan Surabaya, Makassar atau Bandung lagi. Karena letak posisi Kota Medan justru berdekatan dengan Singapura atau Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto/SINDOnews/Sartana)
A A A
MEDAN - Kota Medan , saingannya bukan Surabaya, Makassar atau Bandung lagi. Karena letak posisi Kota Medan justru berdekatan dengan negara tetangga. Sehingga saingannya dengan Singapura atau Kuala Lumpur , Malaysia.

"Tapi sekarang, jangankan bersaing sama Singapura dan Kuala Lumpur, dengan kota yang lebih kecil seperti Semarang dan Bandung saja kalah," kata Muhammad Bobby Afif Nasution dalam kegiatan deklarasi dukungan Nusantara Bangkit di Hotel Madani Jalan Amaliun, Kelurahan Kota Matsumoto III, Kecamatan Medan Kota, Minggu (20/9/2020).

Menurutnya, jika misalnya kampanye saja ia ingin meniru Kota Semarang atau Surabaya, tentu pasti banyak yang setuju. Namun kalau misalnya saat kampanye, ia mengatakan, ingin melanjutkan kepemimpinan Kota Medan yang dulu, Nusantara Bangkit pun akan mencabut dukungannya.

"Untuk itu, harus ada terobosan dalam kepemimpinan kota ini," jelas calon Wali Kota Medan ini. (BACA JUGA: KPU Medan: Kami Siap Jika Pilkada Ditunda atau Tetap Dilaksanakan Desember 2020)

Bobby mengatakan, karena itu, dalam memimpin Medan, Bobby Nasution - H. Aulia Rachman tidak memberikan konsep yang muluk-muluk.

"Kami (Bobby - Aulia Rachman) muda. Dengan kemudaan ini, kami tidak mau sok paling bisa semua. Konsep kami adalah bersama-sama membangun Kota Medan, berkolaborasi membangun Kota Medan," tutur dia.

Apalagi, sambung penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini, Medan memiliki banyak kota penyanggah, tapi tidak pernah dimanfaatkan, selama ini pemerintah kota malah berebut dengan kota penyanggah. "Seperti KIM (Kawasan Industri Medan), kita berebut dengan Deli Serdang. Bukannya dimanfaatkan," terang Bobby

Bobby juga mengaku, pernah diberikan pandangan soal masalah ketahanan pangan. Medan yang tidak punya lahan pertanian, maka seharusnya memiliki pemimpin yang punya terobosan agar bisa berkolaborasi dengan daerah-daerah penyanggahnya.

"Bicara pangan kita pasti harus bicarakan pertanian. Pertanian itu dari hulu sampai hilir. Dan Medan bisa menjadi kawasan hilirisasi pertanian dengan bekerjasama di tingkat hulu yang ada di kabupaten penyanggah, ini yang tidak pernah terjadi. Itu yang belum dipikirkan pemimpin Medan sebelumnya. (BACA JUGA: Pesawat Pengangkut Jenazah Serka Sahlan Ditembak KKB Papua)

Menurut menantu Presiden Joko Widodo ini saat ini kesannya memikirkan untuk menggunakan anggaran sekitar Rp6,2 triliun per tahun saja agak susah, maka itu belum lagi memikirkan masalah hilirisasi pertanian.

Bobby mengungkapkan, keberhasilan pemimpin dalam menggunakan anggaran harus dilihat dari langkahnya menggunakannya dalam satu periode, bukan satu tahun saja. Karena pemimpin dipilih per lima tahun.

"Jadi anggaran kepemimpinan atau anggaran pembangunan dan segala macam, hitungannya harus satu periode, gak bisa dipotong per tahun," tandasnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Bareskrim Polri Gerebek...
Bareskrim Polri Gerebek New Zone Medan, Tempat Hiburan Malam Penjual Narkoba Tinggal Tunggu Waktu
Layanan Stroke Medan...
Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
Legislator Partai Perindo...
Legislator Partai Perindo Medan Binsar Simarmata Ajak Warga Jadi Relawan Adminduk, Perkuat Akses Layanan Publik
Dorong Mediasi, Tokoh...
Dorong Mediasi, Tokoh Pemuda Muslim Sumut Minta Tak Ada Sweeping Lapak Daging
Muhammadiyah Resmikan...
Muhammadiyah Resmikan Tahap 3 SPPG di Medan
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Rekomendasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved