LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi Keagamaan di Era Modern
Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Dia menggambarkan suasana seminar sebagai contoh nyata harmonisasi lintas iman. Menurutnya, kehadiran tokoh agama berbeda dalam satu panggung menunjukkan bahwa manusia tetap dapat saling menghargai tanpa iri dan kebencian.
“Kita disatukan oleh cinta dan semangat bergandengan tangan. Cinta tidak harus dibatasi oleh perbedaan agama,” tambahnya.
Narasumber lainnya, Yan Mitha Dhaksana menjelaskan bahwa agama Hindu memandang perbedaan sebagai bagian alami kehidupan yang harus diterima dengan kebijaksanaan. Yan, begitu Ia disapa, mengibaratkan perbedaan manusia seperti sungai yang mengalir dan pohon yang tumbuh untuk memberi manfaat bagi kehidupan lain.
“Itulah esensi manusia, yaitu hadir untuk memberi manfaat kepada sesama,” ujarnya.
Yan juga menilai Universitas Pamulang sebagai kampus yang inklusif karena mampu menerima keberagaman, baik dari sisi agama maupun latar belakang sosial, termasuk mahasiswa dan dosen penyandang disabilitas.
“LKK menjadi ruang bersama untuk seluruh agama. Kajian yang dilakukan tidak hanya untuk satu kelompok, tetapi untuk semua,” katanya.
Seminar Nasional Keagamaan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, LKK-UNPAM berharap nilai-nilai religiusitas tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan peradaban modern yang semakin kompleks.
“Kita disatukan oleh cinta dan semangat bergandengan tangan. Cinta tidak harus dibatasi oleh perbedaan agama,” tambahnya.
Narasumber lainnya, Yan Mitha Dhaksana menjelaskan bahwa agama Hindu memandang perbedaan sebagai bagian alami kehidupan yang harus diterima dengan kebijaksanaan. Yan, begitu Ia disapa, mengibaratkan perbedaan manusia seperti sungai yang mengalir dan pohon yang tumbuh untuk memberi manfaat bagi kehidupan lain.
“Itulah esensi manusia, yaitu hadir untuk memberi manfaat kepada sesama,” ujarnya.
Yan juga menilai Universitas Pamulang sebagai kampus yang inklusif karena mampu menerima keberagaman, baik dari sisi agama maupun latar belakang sosial, termasuk mahasiswa dan dosen penyandang disabilitas.
“LKK menjadi ruang bersama untuk seluruh agama. Kajian yang dilakukan tidak hanya untuk satu kelompok, tetapi untuk semua,” katanya.
Seminar Nasional Keagamaan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, LKK-UNPAM berharap nilai-nilai religiusitas tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan peradaban modern yang semakin kompleks.
(shf)
Lihat Juga :