KNKT Ungkap KA Argo Bromo Dapat Sinyal Hijau di Stasiun Bekasi Sebelum Tabrak KRL

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:17 WIB
loading...
KNKT Ungkap KA Argo...
KNKT memaparkan kronologi terkait kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A A A
JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan kronologi terkait kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line 5568A di Stasiun Bekasi Timur. Terungkap fakta bahwa masinis Argo Bromo Anggrek melaju karena mendapatkan aspek sinyal berwarna hijau, meski saat itu terdapat gangguan di lintasan.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjonomenjelaskan secara rinci garis waktu kejadian yang menunjukkan betapa singkatnya jeda waktu antara kecelakaan pertama yang melibatkan KRL dengan Taksi Green SM dan tabrakan antar-kereta di stasiun Bekasi Timur.

Baca juga: KNKT: Masinis Argo Bromo Sempat Ngerem' 1,3 Km Sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Peristiwa bermula pada pukul 20:45:32 WIB, ketika KRL 5568 A berangkat dari stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Sementara pukul 20:48:13 - 20.48.29 WIB, KRL 5568 A proses masuk dan berhenti di stasiun Bekasi Timur di Jalur 1.



"Pukul 20.48.29 kejadian tabrakan antara KA 5181 commuter line dengan kendaraan bermotor roda empat (Taksi Green SM) di JPL Bekasi Timur jalur hilir," kata Soerjanto dalam penjelasannya di ruang rapat Komisi V DPR, Kamis (21/5/2026).

Di saat yang hampir bersamaan, KA 5568A Commuter Line sedang melakukan proses naik-turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Pada pukul 20.48.53, KA 5568A sempat bergerak maju sejauh 1,69 meter.

Baca juga: Sopir Taksi Green SM Ditetapkan Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

"Jadi cuman pendek aja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu (tempat KRL tabrakan dengan taksi Green SM)," ujarnya.

Petaka terjadi beberapa menit kemudian. Pada pukul 20.50.43, KA 4B Argo Bromo Anggrek melintas langsung di Jalur 3 Stasiun Bekasi. KNKT menegaskan bahwa saat itu, sinyal keluar J12 menunjukkan aspek hijau, yang berarti kereta diizinkan melaju dengan kecepatan normal.

"Pada pukul 20.50.43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau," ujarnya.

Hanya berselang kurang dari dua menit kemudian, tepatnya pukul 20.52.12, tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan bagian belakang KA 5568A Commuter Line tidak terelakkan.

Temuan ini memicu respons dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Ia mempertanyakan mengapa sistem persinyalan memberikan lampu hijau kepada Argo Bromo Anggrek, padahal sedang ada kecelakaan taksi dengan KRL dan posisi KRL yang berhenti di stasiun Bekasi Timur.

"Berarti di situ kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia (Argo Bromo) bergerak?," cecar Lasarus.

"Maka dia bergerak," jawab Ketua KNKT.

KNKT mencatat bahwa rentang waktu antara kecelakaan taksi dengan tabrakan sesama kereta sangatlah singkat, yakni hanya berjarak 3 menit 43 detik.

"Jadi memang cukup singkat antara tabrakan KA 5181 (dengan taksi), dengan tabrakan Argo Bromo, 3 menit 43 detik," bebernya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
KRL Duri-Tangerang Gangguan,...
KRL Duri-Tangerang Gangguan, Penumpang Cemas
Menhub soal Sinyal Hijau...
Menhub soal Sinyal Hijau Sebelum Argo Bromo Tabrak KRL: Masih Didalami
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Menhub Absen, Komisi...
Menhub Absen, Komisi V DPR Tunda Raker Bahas Tragedi Bekasi Timur
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Rekomendasi
60 Negara Resmi Kena...
60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
KPK Kembali Tahan Tersangka...
KPK Kembali Tahan Tersangka Kasus Dana Hibah Jatim, Kali Ini Anggota DPRD Mahrus Ali
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
Berita Terkini
Amnesty International...
Amnesty International Desak APH Tindak Tegas Pelaku Main Hakim Sendiri di Tabanan dan Morowali
Buat Jakarta Lebih Adem,...
Buat Jakarta Lebih Adem, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca saat Kemarau Panjang
Hadapi El Nino dan Kemarau,...
Hadapi El Nino dan Kemarau, Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat OMC-Pengisian Waduk
Kebakaran di Dekat Pasar...
Kebakaran di Dekat Pasar Kebayoran Lama, 185 Personel Damkar Dikerahkan
UMKM Perkebunan Naik...
UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Buka Jalan Menuju Pasar Global
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
Infografis
Mulai Besok, KAI Tes...
Mulai Besok, KAI Tes Acak Covid-19 Penumpang KRL di 6 Stasiun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved