Program Cetak Sawah di Wanam: Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan yang Harus Dilanjutkan
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:18 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menegaskan program cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak boleh berhenti. Foto: Ist
A
A
A
PAPUA SELATAN - Direktur Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai film Pesta Babi seolah meragukan langkah pemerintah yang tengah bersiap mewujudkan ketahanan pangan nasional. Film tersebut sepertinya hanyalah riak wacana yang mencoba meragukan arah besar ketahanan pangan.
“Saya kira langkah Presiden Prabowo di Papua, termasuk cetak sawah di Wanam adalah strategi kedaulatan yang harus berlanjut,” ujar Herry, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Kementan: Program Cetak Sawah Rakyat di Kalteng Terus Berjalan
Program cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak boleh berhenti. Sebab, jika terputus, Indonesia akan kembali terjebak pada ketergantungan impor yang justru melemahkan kemandirian bangsa.
“Apalagi dalam konteks kondisi global yang penuh krisis, kemandirian pangan bukan pilihan melainkan keharusan. Ketahanan pangan adalah martabat politik dan martabat itu hanya bisa dijaga dengan berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.
Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan telah menunjukkan progres yang signifikan. Sejumlah fasilitas utama bahkan telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
Warga Papua Tarsan Balagaize bersyukur atas pembangunan yang kini menjangkau hingga kampung dan dusun mereka. Manfaat proyek di Wanam tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tetapi sampai kami punya anak-cucu,” kata Tarsan, Kamis (14/5/2026).
Warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur. “Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.
Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen. “Disusul yang pasti oleh solar cell yang sudah 100 persen,” ucapnya.
Wajah Wanam kini berubah drastis. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi Pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah seluas 1 juta hektare.
PSN yang didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group milik pengusaha H Samsudin Andi Arsyad yang akrab disapa Haji Isam bukan sekadar membuka lahan pertanian. Proyek tersebut juga membangun ekosistem kehidupan baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara.
Namun, kunci utama dari seluruh ekosistem tersebut adalah konektivitas. Proyek ini jelas-jelas untuk mewujudkan kemakmuran dari daerah menuju pusat agar Indonesia memiliki jati diri dan kemandirian yang kuat. Nah, sangat aneh jika banyak kalangan merendahkan proyek yang bertujuan mulia ini.
“Saya kira langkah Presiden Prabowo di Papua, termasuk cetak sawah di Wanam adalah strategi kedaulatan yang harus berlanjut,” ujar Herry, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Kementan: Program Cetak Sawah Rakyat di Kalteng Terus Berjalan
Program cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak boleh berhenti. Sebab, jika terputus, Indonesia akan kembali terjebak pada ketergantungan impor yang justru melemahkan kemandirian bangsa.
“Apalagi dalam konteks kondisi global yang penuh krisis, kemandirian pangan bukan pilihan melainkan keharusan. Ketahanan pangan adalah martabat politik dan martabat itu hanya bisa dijaga dengan berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.
Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan telah menunjukkan progres yang signifikan. Sejumlah fasilitas utama bahkan telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
Warga Papua Tarsan Balagaize bersyukur atas pembangunan yang kini menjangkau hingga kampung dan dusun mereka. Manfaat proyek di Wanam tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tetapi sampai kami punya anak-cucu,” kata Tarsan, Kamis (14/5/2026).
Warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur. “Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.
Pusat Cadangan Pangan Nasional
Seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya telah selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell, misalnya kini telah mencapai progres 100 persen.Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen. “Disusul yang pasti oleh solar cell yang sudah 100 persen,” ucapnya.
Wajah Wanam kini berubah drastis. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi Pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah seluas 1 juta hektare.
PSN yang didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group milik pengusaha H Samsudin Andi Arsyad yang akrab disapa Haji Isam bukan sekadar membuka lahan pertanian. Proyek tersebut juga membangun ekosistem kehidupan baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara.
Namun, kunci utama dari seluruh ekosistem tersebut adalah konektivitas. Proyek ini jelas-jelas untuk mewujudkan kemakmuran dari daerah menuju pusat agar Indonesia memiliki jati diri dan kemandirian yang kuat. Nah, sangat aneh jika banyak kalangan merendahkan proyek yang bertujuan mulia ini.
(jon)
Lihat Juga :