Wadanyon HSSBI KKB Kodap XVI Yahukimo Ditangkap, Satgas Cartenz Sita Amunisi dan Sajam
Rabu, 20 Mei 2026 - 16:36 WIB
loading...
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat Wadanyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo. Sejumlah alat bukti turut disita dalam operasi tersebut. Foto: Ist
A
A
A
YAHUKIMO - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) HSSBI Kodap XVI Yahukimo. Sejumlah alat bukti turut disita dalam operasi tersebut.
YB ditangkap petugas gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 pada Senin, 18 Mei 2026 di area ruang tunggu Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Dari hasil pengembangan dan pendalaman terhadap yang bersangkutan, personel kemudian menggeledah rumah di Kali Merah, Kota Dekai, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca juga: Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Yahukimo yang Kabur dari Lapas Wamena
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, penangkapan tersebut merupakan bagian dari langkah penegakan hukum terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam gangguan keamanan di Papua Pegunungan.
“Penindakan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan yang dilakukan aparat di Yahukimo. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah amunisi dan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Saat ini seluruh temuan masih didalami untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujar Faizal, Rabu (20/5/2026).
Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi berbagai kaliber, selongsong peluru, senjata tajam, senapan angin, serta sejumlah komponen yang diduga berkaitan dengan perakitan senjata.
Barang bukti yang diamankan di antaranya amunisi kaliber 5,56 mm, kaliber 9 mm, dan kaliber 38, beberapa selongsong peluru, pisau sangkur, parang, kapak, ketapel berbahan besi, senapan angin bermotif loreng, serta sejumlah komponen seperti trigger, pelatuk besi, hand grip, dan perlengkapan alat komunikasi.
Dalam proses penggeledahan tersebut, petugas juga menangkap pria berinisial RK (27) alias KK yang diduga merupakan anggota KNPB wilayah Yahukimo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga amunisi yang ditemukan di rumah YB merupakan titipan kelompok HSSBI yang diduga akan digunakan untuk mendukung aksi gangguan keamanan di Yahukimo.
Dari hasil penyelidikan mengungkap YB diduga terlibat bersama sejumlah anggota kelompok HSSBI dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut, termasuk dugaan pembuatan video pernyataan sikap pascaaksi penembakan terhadap kendaraan sipil di jalan masuk Gereja Katolik Yahukimo pada April 2026.
Faizal menegaskan aparat akan terus melakukan langkah-langkah hukum secara profesional dan terukur guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur terhadap setiap pihak yang diduga terlibat dalam aksi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan pendalaman masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Tim saat ini masih memeriksa intensif dan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diamankan, termasuk mendalami keterkaitan dengan sejumlah aksi gangguan keamanan di Yahukimo,” ujar Adarma.
YB ditangkap petugas gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 pada Senin, 18 Mei 2026 di area ruang tunggu Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Dari hasil pengembangan dan pendalaman terhadap yang bersangkutan, personel kemudian menggeledah rumah di Kali Merah, Kota Dekai, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca juga: Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Yahukimo yang Kabur dari Lapas Wamena
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, penangkapan tersebut merupakan bagian dari langkah penegakan hukum terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam gangguan keamanan di Papua Pegunungan.
“Penindakan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan yang dilakukan aparat di Yahukimo. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah amunisi dan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Saat ini seluruh temuan masih didalami untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujar Faizal, Rabu (20/5/2026).
Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi berbagai kaliber, selongsong peluru, senjata tajam, senapan angin, serta sejumlah komponen yang diduga berkaitan dengan perakitan senjata.
Barang bukti yang diamankan di antaranya amunisi kaliber 5,56 mm, kaliber 9 mm, dan kaliber 38, beberapa selongsong peluru, pisau sangkur, parang, kapak, ketapel berbahan besi, senapan angin bermotif loreng, serta sejumlah komponen seperti trigger, pelatuk besi, hand grip, dan perlengkapan alat komunikasi.
Dalam proses penggeledahan tersebut, petugas juga menangkap pria berinisial RK (27) alias KK yang diduga merupakan anggota KNPB wilayah Yahukimo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga amunisi yang ditemukan di rumah YB merupakan titipan kelompok HSSBI yang diduga akan digunakan untuk mendukung aksi gangguan keamanan di Yahukimo.
Dari hasil penyelidikan mengungkap YB diduga terlibat bersama sejumlah anggota kelompok HSSBI dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut, termasuk dugaan pembuatan video pernyataan sikap pascaaksi penembakan terhadap kendaraan sipil di jalan masuk Gereja Katolik Yahukimo pada April 2026.
Faizal menegaskan aparat akan terus melakukan langkah-langkah hukum secara profesional dan terukur guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur terhadap setiap pihak yang diduga terlibat dalam aksi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan pendalaman masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Tim saat ini masih memeriksa intensif dan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diamankan, termasuk mendalami keterkaitan dengan sejumlah aksi gangguan keamanan di Yahukimo,” ujar Adarma.
(jon)
Lihat Juga :