Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:57 WIB
loading...
Pemkot Bontang Buka...
Pemerintah Kota Bontang membidik pembangunan industri manufaktur pengalengan ikan sebagai motor baru penggerak perekonomian daerah. Foto: Ist
A A A
BONTANG - Pemerintah Kota Bontang bersiap melakukan lompatan besar di sektor ekonomi maritim . Memanfaatkan kekayaan melimpah Selat Makassar, kota ini secara agresif membidik pembangunan industri manufaktur pengalengan ikan sebagai motor baru penggerak perekonomian daerah.

Langkah strategis ini didukung penuh infrastruktur hukum dan komitmen birokrasi yang siap menyambut investor baik domestik maupun asing. Pemkot Bontang memastikan tidak akan ada sekat birokrasi yang menghambat masuknya modal.

Baca juga: Laksda Edwin: Budaya Maritim Perkuat Karakter Bangsa Kelola Potensi Maritim

"Kami siap menyambut karpet merah kepada para calon investor agar masuk ke Kota Bontang melihat potensi industri manufaktur pengalengan ikan menjadi salah satu pilihan berinvestasi di Kalimantan Timur," ujar Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan kajian mendalam yang dilakukan DPMPTSP Kalimantan Timur bersama DPMPTSP Kota Bontang, ada empat faktor utama mengapa Bontang menjadi lokasi paling ideal untuk hilirisasi perikanan:

1. Keberlanjutan Bahan Baku: Pasokan komoditas laut utama tersedia melimpah sepanjang tahun.
2. Infrastruktur Penunjang: Keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang sangat representatif.
3. Kesesuaian Lahan: Tata ruang wilayah sudah siap menampung kawasan industri manufaktur.
4. Regulasi Pro-Investasi: Kebijakan daerah menjamin kepastian hukum serta kemudahan usaha.

Senada dengan hal tersebut, Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan, kesiapan daerahnya tidak hanya di atas kertas. Pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal setiap investasi yang masuk dari hulu hingga hilir.

"Kami tidak hanya membuka pintu, tapi juga memastikan kenyamanan berinvestasi. Sektor ketahanan pangan dan perikanan adalah prioritas utama kami. Melalui Perda Nomor 1 Tahun 2017, kami memberikan garansi kepastian hukum, insentif fiskal, dan pemangkasan birokrasi perizinan demi mempercepat hilirisasi," kata Aspian Nur.

Secara geografis, wilayah laut Bontang memang jauh lebih luas dibanding daratannya dengan total mencapai mencapai 497,57 km2.

Data volume produksi perikanan di kota ini pun tergolong sangat masif. Perikanan tangkap menembus 20.335,99 ton per tahun (melibatkan 3.181 rumah tangga perikanan).

Perikanan budidaya mencapai 4.453,04 ton (melibatkan 351 rumah tangga pembudidaya). Komoditas unggulan didominasi jenis ikan cakalang, tongkol, dan tuna yang keberlanjutannya terus meningkat.

Berdasarkan studi kelayakan teknis dan finansial untuk rencana pendirian industri pengalengan ikan cakalang, proyek ini tercatat sangat menguntungkan bagi para investor.

“Melalui langkah agresif dan terukur ini, Pemkot Bontang optimistis mampu mentransformasi kekayaan mentah tersebut menjadi produk hilirisasi bernilai tambah tinggi yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Aspian Nur.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
DPMPTSP Bontang Ditarget...
DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Rekomendasi
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
IU Tunda Konser dan...
IU Tunda Konser dan Album Baru karena Sakit Telinga Makin Parah
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Berita Terkini
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved