TNI Hidupkan Desa yang Lama 'Mati Suri' di Pedalaman Jambi

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:10 WIB
loading...
TNI Hidupkan Desa yang...
TMMD ke-128 Kodim 0420/Sarko fokus pada perbaikan akses jalan sepanjang 4,7 kilometer. FOTO/IST
A A A
SOROLANGUN - Selama puluhan tahun, Desa Seko Besar di Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, hidup dalam keterisolasian dan keterpurukan ekonomi. Desa transmigrasi yang berdiri sejak 1997 itu kini dihuni 134 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 1.143 jiwa.

Sejak awal berdiri, sebagian besar warga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan kesulitan menjual hasil panen akibat akses jalan yang rusak parah dan nyaris tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga bahkan terpaksa membiarkan hasil kebun membusuk di batang karena tidak memiliki nilai jual.

Harapan untuk menikmati jalan yang layak seperti daerah lain sempat terasa mustahil. Namun, mimpi panjang masyarakat itu akhirnya mulai terwujud melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-128 Kodim 0420/Sarko.

Dalam program TMMD ke-128, Kodim 0420/Sarko memfokuskan pembangunan pada perbaikan akses jalan sepanjang 4,7 kilometer yang selama ini menjadi hambatan utama masyarakat Desa Seko Besar dan desa-desa sekitar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian desa sekaligus mengangkat perekonomian dan kesejahteraan warga.

Achirul, salah seorang warga Desa Seko Besar, menceritakan beratnya kehidupan masyarakat sebelum hadirnya program TMMD. Menurutnya, kondisi jalan menuju desa selama bertahun-tahun dipenuhi tanah dan lumpur sehingga sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

"Kalau musim hujan, masuk ke desa ini sangat susah. Warga sampai rela meninggalkan kendaraan di jalan lalu berjalan kaki menuju rumah. Besoknya baru kendaraan diambil," ujar Achirul, Selasa (19/5/2026).

Tak hanya akses transportasi yang sulit, harga kebutuhan pokok di desa juga melambung tinggi akibat terhambatnya distribusi barang. Ironisnya, kondisi itu tidak sebanding dengan harga hasil perkebunan warga yang sangat rendah.

"Bisa dibayangkan, harga satu bungkus garam sama dengan harga satu kilogram beras. Sementara hasil kebun kami tidak ada harganya. Sawit di sini paling tinggi hanya Rp500 per kilogram, padahal di luar bisa sampai Rp3 ribu. Akhirnya banyak buah sawit dibiarkan busuk di batang karena tidak laku dijual," ujarnya.

Ia menilai seluruh persoalan tersebut bermula dari buruknya akses jalan menuju desa. Karena itu, masyarakat sangat bersyukur atas hadirnya program TMMD yang dinilai membawa harapan baru bagi warga.

Hal senada disampaikan Jali, warga Desa Seko Besar lainnya. Dengan penuh rasa syukur, ia mengaku perubahan yang dibawa program TMMD telah memberi kehidupan baru bagi desanya. Menurutnya, kehadiran TNI melalui program TMMD membuat masyarakat seperti kembali bangkit setelah lama terpuruk akibat keterisolasian.

"Kami seperti warga yang dibangunkan dari mati suri berkat tangan dingin bapak-bapak TNI. Terima kasih Pak Presiden, Panglima TNI, Kasad, Dandim, dan juga Bupati Sarolangun yang sudah membantu pembangunan desa kami," katanya.

Jali berharap program pembangunan seperti TMMD terus dilanjutkan, terutama bagi desa-desa terpencil yang masih membutuhkan perhatian infrastruktur. Ia pun mengapresiasi kerja cepat Satgas TMMD yang dinilainya mampu menyelesaikan berbagai pembangunan dalam waktu singkat.

"Hanya orang-orang hebat yang mampu menyelesaikan pekerjaan sebesar ini dalam waktu singkat dan tepat waktu. Dengan anggaran terbatas, banyak pembangunan bisa diselesaikan hanya dalam satu bulan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki, Box Culvert Dipasang Malam Ini
Contraflow Tol Jakarta-Cikampek...
Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diberlakukan di KM23-28, Ini Penyebabnya
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Rekomendasi
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved