Angin Kencang Terjang Klaten, Karhutla Muncul di Nunukan

Jum'at, 15 Mei 2026 - 23:26 WIB
loading...
Angin Kencang Terjang...
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Kamis (14/5/2026). Foto: BPBD Kabupaten Nunukan
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Kamis (14/5/2026), pukul 07.00 WIB, hingga Jumat (15/5/2026), pukul 07.00 WIB. Dua kejadian yang baru dilaporkan yaitu angin kencang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Angin kencang terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (14/5). Peristiwa yang terjadi pada malam hari, pukul 19.00 WIB, merusak 16 rumah keluarga dengan kategori rusak ringan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Sedangkan dua tempat usaha, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan rusak berat dan dua lainnya rusak ringan. Selain itu, bencana ini juga menumbangkan sembilan pohon, satu tower seluler dan satu jaringan transmisi listrik. BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa angin kencang ini.

Baca juga: Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022



"Fenomena angin kencang ini dirasakan masyarakat di empat desa yang berada di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo. Kejadian yang berlangsung bersamaan dengan hujan intensitas sedang hingga lebat telah direspons personel tim reaksi cepat BPBD, instansi terkait dan warga setempat," tuturnya.

Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Kamis (14/5). Insiden pada siang hari itu berdampak pada lahan seluas 1 hektare. Titik karhutla berada di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, pada hari itu juga api berhasil dipadamkan para petugas dari BPBD dan dinas terkait.

Pada perkembangan penanganan banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Kamis (14/5), BPBD dan warga telah menyelesaikan pembersihan sampah pascabencana. Banjir tersebut telah surut dan rumah warga yang terdampak masih dalam penanganan.

"Kejadian yang terjadi pada Jumat lalu (8/5) melanda 22 kelurahan di delapan kecamatan. Data terkini BPBD mencatat dua warga meninggal dunia dan 1.393 keluarga terdampak," terangnya.

Beralih pada penanganan gerakan tanah di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (14/5), BPBD setempat masih melakukan penanganan. Penanganan tersebut di antaranya beberapa titik jalan desa yang amblas. Pengerahan alat berat dari BBWS Citanduy telah tiba di lokasi untuk membersihkan material longsor di Desa Bingkeng.

"Gerakan tanah yang terjadi pada Selasa (12/5) berdampak pada dua desa di Kecamatan Dayeuh. Data yang dihimpun pada waktu itu tercatat 11 rumah warga rusak dan dua lainnya terancam. Kesebelas rumah rusak meliputi satu rumah rusak berat, tujuh rusak sedang dan tiga rusak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa pada peristiwa ini," katanya.

Menyikapi masih adanya potensi bahaya hidrometeorologi basah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada dan siap siaga. Pada hari ini (15/5) tiga wilayah Tanah Air masih berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, seperti di Papua, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Sedangkan sejumlah besar daerah lain berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat.

"Ditinjau dari tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah, sejumlah wilayah pada kategori mudah dan sangat mudah terbakar. Wilayah-wilayah itu teridentifikasi pada sejumlah daerah di Pulau Jawa, Lampung dan sebagian kecil di Sumatera Utara dan Aceh," katanya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Karhutla Kalimantan
Ribuan Titik Panas Kepung...
Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan, Legislator PDIP Desak Optimalisasi Penanganan Karhutla
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Rekomendasi
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
Pihak Fangfang Ungkap...
Pihak Fangfang Ungkap Peluang Damai dengan Vicky Prasetyo Kian Menipis
Berita Terkini
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
Pecinta Hewan Sambangi...
Pecinta Hewan Sambangi Kelurahan Pluit, Spanduk Larangan Memberi Makan Kucing Tak Bertuan Dicopot
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved