Momen Tiga Tokoh NU Mengikuti Pendidikan Kepemimpinan di PMKNU Cirebon

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:01 WIB
loading...
Momen Tiga Tokoh NU...
Tiga tokoh besar NU Gus Miftah, Gus Yusuf Chudlori, dan KH Imam Jazuli mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Cirebon. Foto/istimewa.
A A A
CIREBON - Kehadiran tiga tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam satu forum kaderisasi di Cirebon menjadi perhatian Nahdliyin. Ketiga tokoh tersebut yakni, Gus Miftah, Gus Yusuf Chudlori, dan KH Imam Jazuli.

Ketiganya terlihat duduk berdampingan saat mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang berlangsung di Ballroom Hotel Aston Cirebon pada 13–17 Mei 2026.

Ketiganya mengikuti PMKNU yang merupakan jenjang sakral bagi kader organisasi. Langkah ini menunjukkan sinyal kuat mengenai masa depan nakhoda PBNU di tangan para pemimpin muda berbakat.

Baca juga: Kritik Tajam KH Abdul Muhaimin: Struktur PBNU Sekarang Seperti One Man Show

Ketiga ulama ini tampil kompak mengenakan kemeja putih formal yang dipadu dengan peci hitam khas kaum santri. Suasana akrab menyelimuti mereka di bawah bimbingan instruktur senior PBNU, KH Masyhuri Malik.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa setiap tokoh besar harus tetap tunduk pada supremasi organisasi melalui jalur kaderisasi resmi. Peristiwa ini memancing perhatian serius dari seluruh warga Nahdliyin di berbagai penjuru tanah air.

PMKNU bertujuan mencetak kader yang memiliki wawasan ke-NU-an luas serta ideologi Aswaja yang sangat kuat. Pelatihan kepemimpinan ini mempersiapkan peserta agar memahami nilai kebangsaan dan siap menjadi penggerak utama di tengah masyarakat.

Lihat video: Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya Angkat Bicara


"Yang dimaksud PMKNU adalah Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama. Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat," kata Gus Miftah, Kamis (14/5/2026).

Forum ini sering kali menjadi tempat lahirnya para aktivis, politisi ulung, hingga calon pemimpin nasional dari kultur pesantren. Kehadiran Gus Miftah dan kawan-kawan membuktikan betapa pentingnya pematangan kompetensi organisatoris bagi seorang tokoh populer.

Masyarakat melihat kebersamaan ini sebagai bentuk soliditas lintas spektrum yang sangat positif bagi kemajuan jamiyah ke depan. “Kami melihat ada berbagai kesamaan dalam memajukan jamiyah,” ucap salah seorang Nahdliyin yang memantau jalannya kegiatan tersebut.

Gus Yusuf mewakili unsur pesantren dan budayawan, sementara KH Imam Jazuli dan Gus Miftah memperkuat spektrum pendidikan modern serta dai milenial. Perpaduan karakter ini mampu menyatukan massa Nahdlatul Ulama yang sangat beragam di era digital sekarang.

Momen di Cirebon ini bukan sekadar formalitas pelatihan rutin, melainkan sebuah pesan tentang kualitas kepemimpinan yang terukur. “Ini bukan sekadar formalitas pengaderan,” ujar salah satu peserta yang berada di lokasi hotel tersebut.

Dia menambahkan pimpinan NU masa depan tidak hanya butuh popularitas tetapi juga harus terdidik secara organisatoris. “Kehadiran beliau-beliau adalah pesan kuat bahwa masa depan NU berada di tangan pemimpin yang tak hanya populer, tapi juga terdidik secara organisatoris,” ucap dia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Rekomendasi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved