Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:14 WIB
loading...
Apkarindo Sumsel dan...
DPW Apkarindo Sumsel bersama Tim SATREPS Project – JICA menyepakati pelaksanaan uji coba teknologi pengendalian penyakit gugur daun Pestalotiopsis pada tanaman karet dalam skala luas, yakni 50-150 hectare. Foto: Ist
A A A
PALEMBANG - DPW Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Tim SATREPS Project – Japan International Collaboration Agency (JICA) menyepakati pelaksanaan uji coba teknologi pengendalian penyakit gugur daun Pestalotiopsis pada tanaman karet dalam skala luas, yakni 50-150 hektare di tingkat desa atau kelompok UPPB. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat B Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Selasa (12/5/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Project Coordinator SATREPS-JICA Mitani Satoru, peneliti RIKEN Minami Matsui, Ketua DPW Apkarindo Sumsel Supartijo, Sekjen Apkarindo Sumsel Rudi Arpian, peneliti Puslit Karet Sembawa, serta jajaran UPTD BPTP Dinas Perkebunan Sumsel.

Dalam paparannya, Mitani Satoru menjelaskan bahwa penelitian pengendalian penyakit gugur daun karet telah dilaksanakan bersama Puslit Karet Sembawa selama bertahun-tahun. Uji coba lapangan di Kabupaten Banyuasin dan Muara Enim menunjukkan hasil yang signifikan.

Baca juga: Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional

Teknologi aplikasi fogging hingga 12 interval per musim terbukti efektif menekan serangan Pestalotiopsis. Selain itu, tim peneliti juga telah menemukan paket pengendalian terpadu, baik secara kimiawi menggunakan fungisida selektif maupun secara hayati menggunakan agensia Bacillus dan Trichoderma.

Tidak hanya itu, beberapa klon unggul yang tahan terhadap Penyakit Kering Alur Sadap (KAS) dan gugur daun juga telah diidentifikasi dan dinilai potensial untuk mendukung program peremajaan karet rakyat di Sumsel.

Ketua DPW Apkarindo Sumsel Supartijo menegaskan bahwa uji coba teknologi tidak boleh dilakukan dalam skala kecil. “Kalau hanya 2-3 hektare, dampaknya tidak akan terlihat nyata bagi petani. Karena itu, uji coba harus minimal satu desa atau satu kelompok UPPB dengan luasan 50-150 hektare agar hasilnya benar-benar terukur dan meyakinkan petani,” ujarnya.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Mitani Satoru. JICA-SATREPS menyatakan siap mengupayakan dukungan sponsor dari perusahaan-perusahaan Jepang untuk membantu pengadaan alat fogging, fungisida, dan agensia hayati.

Pertemuan juga menyepakati pembentukan tim teknis gabungan yang terdiri dari Apkarindo, Puslit Karet, UPTD BPTP, dan SATREPS guna menyusun detail pelaksanaan demplot serta proposal kerja sama kepada sponsor Jepang. Apkarindo Sumsel juga menyatakan kesiapan memfasilitasi UPPB binaan di Banyuasin, Ogan Ilir, dan Kota Prabumulih sebagai lokasi uji coba skala luas.

“Dengan ditemukannya formula pengendalian penyakit gugur daun, kami akan mendorong pemerintah melakukan gerakan massal penyelamatan karet rakyat melalui program fogging terpadu secara luas dan berkelanjutan,” tegas Supartijo.

Rapat ditutup pukul 16.30 WIB dengan harapan kerja sama ini mampu menyelamatkan produksi karet Sumatera Selatan serta meningkatkan kesejahteraan sekitar 566 ribu kepala keluarga petani karet di Sumsel.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Kendalikan Karhutla,...
Kendalikan Karhutla, BMKG Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel
Instruksi Gubernur Sumsel...
Instruksi Gubernur Sumsel Larang Truk Batu Bara Melintasi Jalan Raya Menyulitkan Rakyat
Polisi Percepat Identifikasi...
Polisi Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Rekomendasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved