Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Tinggi Abu Vulkanik 1.500 Meter
Selasa, 12 Mei 2026 - 06:59 WIB
loading...
Gunung Dukono di Maluku Utara kembali mengalami erupsi pagi ini dengan ketinggian abu vulkanik 1.500 meter. Foto/SindoNews
A
A
A
HALMAHERA - Gunung Dukono di Maluku Utara kembali mengalami erupsi pagi ini, pada 12 Mei 2026 pukul 07:55 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu vulkanik teramati ± 1.500 meter di atas puncak (± 2.587 m di atas permukaan laut).
PVMBG melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. "Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 15 mm dan durasi 46.15 Detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tulis PVMBG dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
Baca juga: 3 Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup Hari Ini
PVMBG mengingatkan bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.
PVMBG melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. "Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 15 mm dan durasi 46.15 Detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tulis PVMBG dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
Baca juga: 3 Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup Hari Ini
PVMBG mengingatkan bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.
Lihat Juga :