Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Senin, 11 Mei 2026 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
Wafatnya Mangkunegara I, ternyata tidak menyurutkan keberadaan Praja Mangkunegaran. Bahkan, satuan militer tersebut justru semakin dikembangkan di masa Mangkunegara II, yakni dengan pembentukan Legiun Mangkunegaran, pada tahun 1808.
Mangkunegara II memiliki visi yang sangat kuat dalam pembentukan pasukan elite tempur tersebut. Selain mengadopsi Grande Armee, pembentukan Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi Legionnaire atau Legiun, sebuah organisasi militer Perancis, yang berarti pasukan bala tentara.
Sebagai pasukan elite tempur modern, Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi militer Perancis secara fisik, persenjataan, taktik, dan organisasi.
Meski tidak menyukai Belanda, Mangkunegara II tetap menggunakan perwira-perwira militer Belanda, Perancis, dan Inggris untuk melatih Legiun Mangkunegaran secara profesional. Hal ini dilakukan, demi pembangunan militer yang kuat.
Selama pembentukannya, Legiun Mangkunegaran mendapatkan beragam pelatihan kemiliteran di Soldat Sekul. Anggota pasukan elite tempur tersebut, dilatih mahir menggunakan berbagai senjata, yakni keris, pedang, tombak, sumpit, panah, senjata api, hingga meriam sebagai senjata artileri.
Tak hanya itu, prajurit yang tergabung dalam Legiun Mangkunegaran juga mendapatkan pelatihan untuk pergerekan pasukan dengan mobilitas tinggi menggunakan kuda, baik untuk pasukan infanteri, kavaleri, maupun artileri. Mereka juga dilantih menghadapi pertempuran dalam jangka panjang, serta menghadapi perang gerilya.
Pada masa awal pembentukannya, Legiun Mangkunegaran berkekuatan sebanyak 1.150. Jumlah tersebut terbagi dalam 800 prajurit infanteri (Fusilier), 100 prajurit penyerbu (Jagers), 200 prajurit kavaleri (berkuda), dan 50 prajurit rijdende artileri (meriam).
Selama bertugas, prajurit Legiun Mangkunegaran dipersenjatai berbagai jenis senjata modern dan senjata khas prajurit Jawa. Yakni terdiri dari keris, pedang, tombak, panah, pistol, senapan, serta meriam.
Dalam struktur organisasinya, Legiun Mangkunegara memiliki dua perwira senior berpangkat mayor, empat letnan ajudan, sembilan kapitein, delapan letnan tua, delapan letnan muda, 32 sersan, 62 kopral, flankier 900 orang, dragonder (dragoon) 200 orang, dan steffel 50 orang.
Mangkunegara II memiliki visi yang sangat kuat dalam pembentukan pasukan elite tempur tersebut. Selain mengadopsi Grande Armee, pembentukan Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi Legionnaire atau Legiun, sebuah organisasi militer Perancis, yang berarti pasukan bala tentara.
Sebagai pasukan elite tempur modern, Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi militer Perancis secara fisik, persenjataan, taktik, dan organisasi.
Meski tidak menyukai Belanda, Mangkunegara II tetap menggunakan perwira-perwira militer Belanda, Perancis, dan Inggris untuk melatih Legiun Mangkunegaran secara profesional. Hal ini dilakukan, demi pembangunan militer yang kuat.
Selama pembentukannya, Legiun Mangkunegaran mendapatkan beragam pelatihan kemiliteran di Soldat Sekul. Anggota pasukan elite tempur tersebut, dilatih mahir menggunakan berbagai senjata, yakni keris, pedang, tombak, sumpit, panah, senjata api, hingga meriam sebagai senjata artileri.
Tak hanya itu, prajurit yang tergabung dalam Legiun Mangkunegaran juga mendapatkan pelatihan untuk pergerekan pasukan dengan mobilitas tinggi menggunakan kuda, baik untuk pasukan infanteri, kavaleri, maupun artileri. Mereka juga dilantih menghadapi pertempuran dalam jangka panjang, serta menghadapi perang gerilya.
Pada masa awal pembentukannya, Legiun Mangkunegaran berkekuatan sebanyak 1.150. Jumlah tersebut terbagi dalam 800 prajurit infanteri (Fusilier), 100 prajurit penyerbu (Jagers), 200 prajurit kavaleri (berkuda), dan 50 prajurit rijdende artileri (meriam).
Selama bertugas, prajurit Legiun Mangkunegaran dipersenjatai berbagai jenis senjata modern dan senjata khas prajurit Jawa. Yakni terdiri dari keris, pedang, tombak, panah, pistol, senapan, serta meriam.
Dalam struktur organisasinya, Legiun Mangkunegara memiliki dua perwira senior berpangkat mayor, empat letnan ajudan, sembilan kapitein, delapan letnan tua, delapan letnan muda, 32 sersan, 62 kopral, flankier 900 orang, dragonder (dragoon) 200 orang, dan steffel 50 orang.
Lihat Juga :