Lecehkan Gerakan Salat, 4 Pemuda Digelandang Polres Sampang
Minggu, 20 September 2020 - 13:48 WIB
loading...
Empat pemuda di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ditangkap polisi karena melecehkan gerakan salat. Foto/iNews TV/Tkno Arie
A
A
A
SAMPANG - Empat pemuda asal Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang , Jawa Timur, dibekuk Polres Sampang , usai melakukan pelecehan terhadap gerakan salat. Pelecehan tersebut terungkap, usai video mereka viral di media sosial.
(Baca juga: Di Patirtan Ini, Cinta Pandangan Pertama Arok-Dedes Bersemi )
Dalam video amatir berdurasi sekitar 15 detik tersebut, terlihat dua pemuda sedang salat berjamaah di sebuah musola di Kecamatan Robatal. Seorang makmum yang ada di belakang imam, justeru sibuk bermain telepon seluler sambil mengikuti gerakan salat yang dilakukan imam.
Kawatir mengundah amarat umat, empat pemuda berinisial RN, AB, AD, dan ZI yang berperan sebagai pelaku salat, dan dua perekam diserahkan ke Mapolres Sampang. "Keempatnya diduga terlibat penistaan gerakan salat," tegas Kapolres Sampang , AKBP Abdul Hafidz.
Dari video amatir yang beredar, dan hasil pemeriksaan awal, Hafidz menyebutkan, keempatnya melakukan gerakan salat yang tidak semestinya. "Dari pengakuan para pelaku, mereka tidak bermaksut melecehkan, dan hanya bercanda. Mereka akan meminta maaf kepada publik," tegasnya.
(Baca juga: Di Patirtan Ini, Cinta Pandangan Pertama Arok-Dedes Bersemi )
Dalam video amatir berdurasi sekitar 15 detik tersebut, terlihat dua pemuda sedang salat berjamaah di sebuah musola di Kecamatan Robatal. Seorang makmum yang ada di belakang imam, justeru sibuk bermain telepon seluler sambil mengikuti gerakan salat yang dilakukan imam.
Kawatir mengundah amarat umat, empat pemuda berinisial RN, AB, AD, dan ZI yang berperan sebagai pelaku salat, dan dua perekam diserahkan ke Mapolres Sampang. "Keempatnya diduga terlibat penistaan gerakan salat," tegas Kapolres Sampang , AKBP Abdul Hafidz.
Dari video amatir yang beredar, dan hasil pemeriksaan awal, Hafidz menyebutkan, keempatnya melakukan gerakan salat yang tidak semestinya. "Dari pengakuan para pelaku, mereka tidak bermaksut melecehkan, dan hanya bercanda. Mereka akan meminta maaf kepada publik," tegasnya.
Lihat Juga :