Komitmen Pengelolaan Lingkungan, PGN Kelola Sampah Plastik
Sabtu, 09 Mei 2026 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
“Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, kami ingin membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan awareness ESG di internal perusahaan, sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya bermanfaat,” ujar Fajriyah, Sabtu (9/5/2026).
Untuk memperkuat pelaksanaan program, PGN mendapatkan pendampingan sejumlah lembaga demi menegaskan komitmennya dan mengkampanyekan kesadaran lingkungan serta mendorong penerapan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
“Inisiatif ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik," ucapnya.
Ikbal Alexander dari Kertabumi Recycling Centre menuturkan berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah yang tidak terkelola mencapai 109 ton per hari atau sekitar 75 persen dari total timbulan sampah, sehingga memicu berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga risiko kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik.
“Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendorong penerapan ekonomi sirkular yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” ujar Ikbal.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, PGN mendapatkan pendampingan sejumlah lembaga demi menegaskan komitmennya dan mengkampanyekan kesadaran lingkungan serta mendorong penerapan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
“Inisiatif ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik," ucapnya.
Ikbal Alexander dari Kertabumi Recycling Centre menuturkan berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah yang tidak terkelola mencapai 109 ton per hari atau sekitar 75 persen dari total timbulan sampah, sehingga memicu berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga risiko kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik.
“Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendorong penerapan ekonomi sirkular yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” ujar Ikbal.
Lihat Juga :