Waspadai El Nino, Jakarta Siapkan Ketahanan Pangan
Selasa, 05 Mei 2026 - 08:27 WIB
loading...
Ancaman El Nino Godzilla mulai diwaspadai pemangku kebijakan di Jakarta. Ketahanan pangan menjadi prioritas. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Ancaman El Nino Godzilla mulai diwaspadai pemangku kebijakan di Jakarta. Ketahanan pangan menjadi prioritas.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, sudah menyiapkan strategi 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Strategi ini sebagai antisipasi memitigasi risiko global, khususnya dampak konflik geopolitik terhadap harga energi dan nilai tukar serta risiko domestik. “Termasuk potensi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi pola musim dan kondisi cuaca,” ujar Iwan, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Pemerintah Diminta Antisipasi Kemarau Panjang Akibat El Nino
Berkaca dari April 2026, inflasi Jakarta terkendali dengan catatan 0,21 persen dari sebelumnya 0,51 persen. Artinya, inflasi jauh lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 0,13 persen.
Iwan berasumsi turunnya inflasi yang terjadi disebabkan tekanan harga pasca- Hari Raya Idulfitri yang mulai normal sesuai permintaan pasar. Meski eskalasi global tak menentu dan membuat harga BBM meninggi, namun pemerintahan Presiden Prabowo mampu meredam melalui insentif PPN pada tiket pesawat.
“Tekanan inflasi lebih lanjut juga tertahan oleh penurunan tarif angkutan antarkota seiring normalisasi permintaan pasca-HBKN. Secara keseluruhan, dinamika tersebut mendorong inflasi kelompok transportasi sebesar 1,46 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,41 persen (mtm),” jelasnya.
Termasuk Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran turut mencatat inflasi 0,88 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (0,23 persen; mtm) akibat peningkatan harga ayam goreng yang dipengaruhi meningkatnya biaya bahan baku seperti minyak goreng, gas, serta kemasan plastik.
Menurut Iwan, terkendalinya inflasi pada April 2026 lebih disebabkan stabilisasi harga melalui pelaksanaan pasar murah dan program pangan bersubsidi, penguatan pasokan melalui kegiatan urban farming, serta kerja sama BUMD pangan dengan daerah surplus.
Selain itu, kelancaran distribusi juga dijaga melalui optimalisasi truk keliling BUMD. Selain itu, TPID memperkuat koordinasi untuk menjaga ketahanan pangan dan energi dalam menghadapi musim kemarau 2026.
“Upaya tersebut turut didukung melalui penjajakan kerja sama dengan sentra produksi di Jawa Tengah, khususnya komoditas beras, cabai, dan bawang merah,” katanya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, sudah menyiapkan strategi 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Strategi ini sebagai antisipasi memitigasi risiko global, khususnya dampak konflik geopolitik terhadap harga energi dan nilai tukar serta risiko domestik. “Termasuk potensi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi pola musim dan kondisi cuaca,” ujar Iwan, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Pemerintah Diminta Antisipasi Kemarau Panjang Akibat El Nino
Berkaca dari April 2026, inflasi Jakarta terkendali dengan catatan 0,21 persen dari sebelumnya 0,51 persen. Artinya, inflasi jauh lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 0,13 persen.
Iwan berasumsi turunnya inflasi yang terjadi disebabkan tekanan harga pasca- Hari Raya Idulfitri yang mulai normal sesuai permintaan pasar. Meski eskalasi global tak menentu dan membuat harga BBM meninggi, namun pemerintahan Presiden Prabowo mampu meredam melalui insentif PPN pada tiket pesawat.
“Tekanan inflasi lebih lanjut juga tertahan oleh penurunan tarif angkutan antarkota seiring normalisasi permintaan pasca-HBKN. Secara keseluruhan, dinamika tersebut mendorong inflasi kelompok transportasi sebesar 1,46 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,41 persen (mtm),” jelasnya.
Termasuk Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran turut mencatat inflasi 0,88 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (0,23 persen; mtm) akibat peningkatan harga ayam goreng yang dipengaruhi meningkatnya biaya bahan baku seperti minyak goreng, gas, serta kemasan plastik.
Menurut Iwan, terkendalinya inflasi pada April 2026 lebih disebabkan stabilisasi harga melalui pelaksanaan pasar murah dan program pangan bersubsidi, penguatan pasokan melalui kegiatan urban farming, serta kerja sama BUMD pangan dengan daerah surplus.
Selain itu, kelancaran distribusi juga dijaga melalui optimalisasi truk keliling BUMD. Selain itu, TPID memperkuat koordinasi untuk menjaga ketahanan pangan dan energi dalam menghadapi musim kemarau 2026.
“Upaya tersebut turut didukung melalui penjajakan kerja sama dengan sentra produksi di Jawa Tengah, khususnya komoditas beras, cabai, dan bawang merah,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :