GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
Senin, 04 Mei 2026 - 18:58 WIB
loading...
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar kegiatan Sobat Sawit (Soswit) Goes to School Sulawesi di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (4/5/2026). Foto/Ist
A
A
A
PASANGKAYU - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar kegiatan Sobat Sawit (Soswit) Goes to School Sulawesi di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 280 siswa serta guru dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Pasangkayu.
Melalui program ini, GAPKI ingin menghadirkan edukasi kelapa sawit yang lebih dekat, interaktif, dan relevan bagi generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA/SMK.
Baca juga: Perang Berkecamuk, Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa membuka langsung event yang mengusung tema “Sawit Itu Dekat: Ngasih Kerja, Ngegerakin Ekonomi, Bangun Daerah”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh GAPKI bekerja sama dengan perusahaan anggota, PT Pasangkayu, serta didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pertumbuhan berbagai sektor pendukung di tingkat lokal.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang benar dan utuh mengenai kelapa sawit, mulai dari proses budidaya, manfaat ekonomi, hingga pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Jadilah sobat sawit yang cerdas, kreatif dan peduli kepada lingkungan,” ujar Yaumil Ambo Djiwa.
Baca juga: Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Kegiatan Soswit Goes To School menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari pameran karya siswa, lomba mading bertema sawit, hingga talkshow interaktif bersama akademisi, praktisi industri, dan perwakilan GAPKI. Talkshow tersebut mengangkat isu penting mengenai peran sawit dalam ekonomi nasional, peluang karier dan inovasi di sektor agribisnis, serta pembahasan “mitos vs fakta” terkait isu lingkungan.
Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu, Failur Rahman menyampaikan bahwa kelapa sawit menyumbang 90 persen ekspor dari Provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, komoditas ini sangat vital bagi masyarakat setempat.
“Generasi muda agar kritis dalam membaca berita dan informasi, sehingga tidak termakan berita yang keliru. Validasi informasi diperlukan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan berbagai program unggulan BPDP, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan SDM melalui pendidikan dan beasiswa, penelitian, hingga promosi dan kemitraan. Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, daya saing, dan manfaat ekonomi sawit bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Dony Yoga Perdana, Ketua GAPKI Cabang Sulawesi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di Pasangkayu.
Melalui sinergi antara GAPKI, perusahaan anggota, BPDP, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk membangun pemahaman bahwa sawit adalah komoditas strategis yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, pengembangan ekonomi daerah, dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui program ini, GAPKI ingin menghadirkan edukasi kelapa sawit yang lebih dekat, interaktif, dan relevan bagi generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA/SMK.
Baca juga: Perang Berkecamuk, Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa membuka langsung event yang mengusung tema “Sawit Itu Dekat: Ngasih Kerja, Ngegerakin Ekonomi, Bangun Daerah”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh GAPKI bekerja sama dengan perusahaan anggota, PT Pasangkayu, serta didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pertumbuhan berbagai sektor pendukung di tingkat lokal.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang benar dan utuh mengenai kelapa sawit, mulai dari proses budidaya, manfaat ekonomi, hingga pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Jadilah sobat sawit yang cerdas, kreatif dan peduli kepada lingkungan,” ujar Yaumil Ambo Djiwa.
Baca juga: Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Kegiatan Soswit Goes To School menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari pameran karya siswa, lomba mading bertema sawit, hingga talkshow interaktif bersama akademisi, praktisi industri, dan perwakilan GAPKI. Talkshow tersebut mengangkat isu penting mengenai peran sawit dalam ekonomi nasional, peluang karier dan inovasi di sektor agribisnis, serta pembahasan “mitos vs fakta” terkait isu lingkungan.
Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu, Failur Rahman menyampaikan bahwa kelapa sawit menyumbang 90 persen ekspor dari Provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, komoditas ini sangat vital bagi masyarakat setempat.
“Generasi muda agar kritis dalam membaca berita dan informasi, sehingga tidak termakan berita yang keliru. Validasi informasi diperlukan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan berbagai program unggulan BPDP, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan SDM melalui pendidikan dan beasiswa, penelitian, hingga promosi dan kemitraan. Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, daya saing, dan manfaat ekonomi sawit bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Dony Yoga Perdana, Ketua GAPKI Cabang Sulawesi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di Pasangkayu.
Melalui sinergi antara GAPKI, perusahaan anggota, BPDP, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk membangun pemahaman bahwa sawit adalah komoditas strategis yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, pengembangan ekonomi daerah, dan pembangunan berkelanjutan.
(shf)
Lihat Juga :