Sekretaris BNPP: Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan

Minggu, 03 Mei 2026 - 16:11 WIB
loading...
Sekretaris BNPP: Pengelolaan...
BNPP menegaskan pengelolaan kawasan perbatasan negara harus seimbang antara keamanan dan kesejahteraan. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menegaskan pengelolaan kawasan perbatasan negara tidak dapat hanya dilihat dari aspek keamanan semata, melainkan harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Fraksi Partai Hanura Tahun 2026, Jumat, 1 Mei 2026.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut menjadi ruang strategis bagi BNPP RI untuk menyampaikan perspektif kebijakan nasional terkait pengelolaan kawasan perbatasan, khususnya kepada para legislator daerah.

Baca juga: BNPP RI Percepat Penataan Ruang Eks OBP di Simantipal dan Pulau Sebatik

Dalam paparannya, Komjen Pol. Makhruzi Rahman menjelaskan tugas dan fungsi BNPP RI dalam mengoordinasikan pengelolaan kawasan perbatasan, mulai dari pemahaman tipologi perbatasan di berbagai negara hingga tantangan aktual yang dihadapi Indonesia. Makhruzi mencontohkan penerapan tipologi perbatasan berupa tembok atau pagar di sejumlah negara yang disesuaikan dengan kepentingan keamanan masing-masing.

“Di Amerika Serikat dan Meksiko, perbatasan dibangun dalam bentuk tembok karena tingginya ancaman people smuggling dan narkotika. Sementara di perbatasan Malaysia–Thailand digunakan pagar beton setengah dengan kawat berduri,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Lihat video: Pengamat Hubungan Internasional Sebut Banyak Potensi Konflik Perbatasan di ASEAN


Namun demikian, Makhruzi menekankan bahwa penerapan tipologi perbatasan tidak bisa disamaratakan. Menurut Makhruzi, karakter sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat perbatasan Indonesia harus menjadi pertimbangan utama dalam penentuan kebijakan.

“Tidak semua wilayah perbatasan Indonesia bisa dipagari. Di perbatasan Indonesia–Malaysia, masih banyak saudara-saudara kita yang sangat bergantung pada aktivitas lintas batas untuk memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.

Makhruzi menguraikan sejumlah persoalan utama lintas batas negara, di antaranya pergerakan manusia dan barang, keterbatasan infrastruktur vital, serta ancaman kejahatan transnasional. Makhruzi menyoroti kebutuhan infrastruktur dasar, khususnya jalan penghubung antarwilayah, masih menjadi tantangan besar di kawasan perbatasan Kalimantan.

“Ada jalan sabuk yang sudah dibangun pemerintah, tetapi belum sepenuhnya tersambung antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Makhruzi juga mengingatkan ancaman kejahatan lintas negara, seperti peredaran narkotika, psikotropika, dan penyelundupan senjata, merupakan risiko serius yang harus diantisipasi secara bersama. “Urgensi pengelolaan perbatasan mencakup dua dimensi utama, yakni security dan prosperity,” tegasnya.

Dari sisi keamanan, penguatan pengawasan terhadap penyeberangan ilegal dan penyelundupan menjadi prioritas. Sementara dari sisi kesejahteraan, pembangunan perbatasan harus diarahkan untuk mendorong kemajuan masyarakat dari wilayah terluar.

“Pembangunan Indonesia harus dimulai dari pinggiran. Wilayah perbatasan adalah wajah terdepan negara yang harus kita perkuat,” tegasnya.

Makhruzi juga memaparkan berbagai program pemerintah yang difasilitasi BNPP RI, termasuk pengamanan pantai di pulau-pulau kecil terluar, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pendampingan pembangunan wilayah kepulauan agar sejajar dengan daerah lain di Indonesia.

Tak hanya itu, Makhruzi juga menyampaikan program kolaboratif antara BNPP RI, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Badan Pusat Statistik (BPS) dalam upaya peningkatan kualitas 15.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan perbatasan.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk membangun 15.000 rumah. Harapannya, program ini dapat tuntas dan cepat, karena kondisi perumahan masyarakat perbatasan memang masih sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Terkait pencegahan ancaman perbatasan, Makhruzi menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas pertahanan dan keamanan, termasuk penguatan pengamanan oleh aparat TNI dan Polri di wilayah perbatasan.

Sebagai rekomendasi kebijakan, Sekretaris BNPP RI mendorong sinergi yang lebih kuat antara kementerian dan lembaga, pemanfaatan teknologi modern di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), penguatan kemandirian ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui prioritas pendidikan dan kesehatan.

“Kita dorong pembangunan sekolah dan layanan kesehatan di perbatasan. SDM unggul adalah kunci agar masyarakat perbatasan memiliki martabat dan daya saing,” katanya.

Makhruzi juga menekankan pentingnya diplomasi aktif guna mempercepat penyelesaian sengketa batas wilayah dan menjamin kepastian hukum demi menjaga kedaulatan negara. Makhruzi berharap para anggota DPRD dapat menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam mengawal kebijakan pembangunan perbatasan.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif merupakan kunci agar kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai daerah tertinggal, melainkan sebagai beranda depan Indonesia yang aman, sejahtera, dan bermartabat,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Tinjau Warga Perbatasan,...
Tinjau Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran
Aksi Spontan Prabowo...
Aksi Spontan Prabowo Sapa Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas
BNPP RI Percepat Penataan...
BNPP RI Percepat Penataan Ruang Eks OBP di Simantipal dan Pulau Sebatik
BNPP Dorong Daya Saing...
BNPP Dorong Daya Saing Tenun Ikat Belu di PLBN Motaain NTT
BNPP Bersoleg Jadi Forum...
BNPP Bersoleg Jadi Forum Strategis Penguatan Tata Kelola Hukum Kawasan Perbatasan
BNPP Renovasi 15.000...
BNPP Renovasi 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan
Garis Batas Baru di...
Garis Batas Baru di Sebatik, 127,3 Hektare Wilayah Malaysia Masuk Indonesia
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Berita Terkini
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved