Transjakarta Operasikan Shuttle Bus Bekasi Timur-Bekasi Imbas Tabrakan Maut Kereta
Selasa, 28 April 2026 - 08:47 WIB
loading...
Stasiun Bekasi. Foto/Dok SindoNews/Dzikry Subhanie
A
A
A
BEKASI - PT Transjakarta mengoperasikan layanan shuttle bus rute Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi , Jawa Barat. Hal ini dilakukan untuk mengatasi gangguan KRL lintas Cikarang–Bekasi akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL pada Senin (27/4/2026) malam.
"PT Transportasi Jakarta merespons cepat kendala operasional yang terjadi pada layanan KAI Commuter di lintas Cikarang-Bekasi pagi ini. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi mobilitas masyarakat, Transjakarta mengoperasikan layanan bus shuttle untuk mengangkut pelanggan yang terdampak dengan tarif normal," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Ayu menyebutkan, layanan tersebut disediakan khusus untuk memfasilitasi pelanggan yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Bekasi.
Baca Juga: 52 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Dirawat di RSUD Kota Bekasi, Ini Daftar Namanya
Dalam operasionalnya, Transjakarta mengerahkan empat armada untuk menunjang layanan tersebut. "Transjakarta mengerahkan 4 unit bus yang difungsikan khusus sebagai shuttle. Armada disiagakan secara penuh untuk membantu mobilisasi pelanggan selama proses evakuasi di jalur kereta api berlangsung,” ujar dia.
Ayu juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tabrakan kereta yang terjadi. "Segenap manajemen Transjakarta juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi. Semoga proses evakuasi di lapangan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala, serta seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan."
Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengungkapkan sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan masih ada 3 orang yang terperangkap di dalam kereta.
"Saya mengupdate jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta," ungkap Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Bobby mengatakan bahwa evakuasi berlangsung cukup lama. Dia memastikan bahwa pelaksanaan evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian. "Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali nanti kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi dari korban."
"PT Transportasi Jakarta merespons cepat kendala operasional yang terjadi pada layanan KAI Commuter di lintas Cikarang-Bekasi pagi ini. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi mobilitas masyarakat, Transjakarta mengoperasikan layanan bus shuttle untuk mengangkut pelanggan yang terdampak dengan tarif normal," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Ayu menyebutkan, layanan tersebut disediakan khusus untuk memfasilitasi pelanggan yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Bekasi.
Baca Juga: 52 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Dirawat di RSUD Kota Bekasi, Ini Daftar Namanya
Dalam operasionalnya, Transjakarta mengerahkan empat armada untuk menunjang layanan tersebut. "Transjakarta mengerahkan 4 unit bus yang difungsikan khusus sebagai shuttle. Armada disiagakan secara penuh untuk membantu mobilisasi pelanggan selama proses evakuasi di jalur kereta api berlangsung,” ujar dia.
Ayu juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tabrakan kereta yang terjadi. "Segenap manajemen Transjakarta juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi. Semoga proses evakuasi di lapangan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala, serta seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan."
Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengungkapkan sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan masih ada 3 orang yang terperangkap di dalam kereta.
"Saya mengupdate jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta," ungkap Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Bobby mengatakan bahwa evakuasi berlangsung cukup lama. Dia memastikan bahwa pelaksanaan evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian. "Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali nanti kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi dari korban."
(zik)
Lihat Juga :