Lantik Rifqi Ali Mubarok, Partai Perindo Targetkan Kuasai Jawa Barat di Pemilu 2029
Minggu, 26 April 2026 - 13:24 WIB
loading...
Sekjen DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah (dua dari kanan) memimpin prosesi pelantikan Ketua DPW Partai Perindo Jabar Rifqi Ali Mubarok di Bandung, Minggu (26/4/2026). Foto/SindoNews
A
A
A
BANDUNG - Konsentrasi kekuatan politik nasional semakin bertumpu pada wilayah dengan jumlah pemilih besar. Jawa Barat, dengan basis 35,9 juta pemilih, menjadi medan strategis yang menentukan arah kontestasi pemilu ke depan sekaligus barometer efektivitas kerja partai dalam menjangkau masyarakat.
Posisi tersebut mendorong Partai Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Baca juga: Apresiasi Dasco soal Threshold, Sekjen Perindo Tekankan RUU Pemilu Harus Rampung 2026
Penegasan ini disampaikan dalam pelantikan Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok yang digelar di Bandung, Minggu (26/4/2026), sebagai bagian dari penguatan struktur dan ekspansi basis dukungan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang memimpin prosesi pelantikan menekankan bahwa Jawa Barat memegang peran kunci dalam peta politik nasional.
“Jawa Barat termasuk wilayah prioritas Partai Perindo. Dengan basis pemilih terbesar, langkah kita menuju 2029 harus dimulai dari sini, melalui kerja nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, karena bagi kami yang penting adalah manfaat kehadiran Perindo dirasakan warga Jawa Barat,” kata Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
Penekanan tersebut menunjukkan arah strategi partai yang tidak hanya berorientasi elektoral, tetapi juga pada penguatan legitimasi melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Baca juga: Partai Perindo Apresiasi Pengesahan UU PPRT, Siap Kawal Hak Pekerja Rumah Tangga Terpenuhi
“Perindo bukan sekadar partai politik, tetapi partai pejuang yang bekerja dari bawah. Politik adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mulai dari pelaku UMKM, pekerja informal, hingga generasi muda,” lanjut dia.
Fokus pada ekonomi kerakyatan dinilai menjadi instrumen utama dalam memperluas basis dukungan, terutama melalui penguatan UMKM dan penciptaan peluang ekonomi yang relevan dengan kebutuhan warga.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat yang baru dilantik, Rifqi Ali Mubarok menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Barat sebagai pusat lahirnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan memahami dinamika ekonomi riil.
“Jawa Barat bukan hanya basis suara, tetapi ruang pembentukan kepemimpinan. Kami akan memastikan kader hadir langsung di tengah masyarakat, membawa solusi atas persoalan ekonomi, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM,” ujar Rifqi Ali Mubarok.
Latar belakang Rifqi sebagai mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Barat (2018–2023) dan Ketua KPU Kota Bandung (2013–2018), serta akademisi di Universitas Muhammadiyah Bandung, dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.
Dia juga menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Padjadjaran serta aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan ICMI. Dengan pengalaman tersebut, penguatan struktur dinilai menjadi fondasi dalam memastikan program partai dapat berjalan efektif.
Dia menegaskan konsolidasi akan difokuskan pada penguatan struktur hingga ke 27 kabupaten/kota, sekaligus mendorong program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk membangun basis dukungan yang solid di Jawa Barat, sekaligus memperluas pengaruh Partai Perindo di tingkat nasional.
Dengan menjadikan Jawa Barat sebagai poros perjuangan, partai menegaskan arah geraknya pada pembangunan kepemimpinan yang berintegritas, penguatan kebijakan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Posisi tersebut mendorong Partai Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Baca juga: Apresiasi Dasco soal Threshold, Sekjen Perindo Tekankan RUU Pemilu Harus Rampung 2026
Penegasan ini disampaikan dalam pelantikan Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok yang digelar di Bandung, Minggu (26/4/2026), sebagai bagian dari penguatan struktur dan ekspansi basis dukungan.
Jawa Barat sebagai Poros Strategi Nasional
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang memimpin prosesi pelantikan menekankan bahwa Jawa Barat memegang peran kunci dalam peta politik nasional.
“Jawa Barat termasuk wilayah prioritas Partai Perindo. Dengan basis pemilih terbesar, langkah kita menuju 2029 harus dimulai dari sini, melalui kerja nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, karena bagi kami yang penting adalah manfaat kehadiran Perindo dirasakan warga Jawa Barat,” kata Ferry Kurnia Rizkiyansyah.
Penekanan tersebut menunjukkan arah strategi partai yang tidak hanya berorientasi elektoral, tetapi juga pada penguatan legitimasi melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Baca juga: Partai Perindo Apresiasi Pengesahan UU PPRT, Siap Kawal Hak Pekerja Rumah Tangga Terpenuhi
“Perindo bukan sekadar partai politik, tetapi partai pejuang yang bekerja dari bawah. Politik adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mulai dari pelaku UMKM, pekerja informal, hingga generasi muda,” lanjut dia.
Fokus pada ekonomi kerakyatan dinilai menjadi instrumen utama dalam memperluas basis dukungan, terutama melalui penguatan UMKM dan penciptaan peluang ekonomi yang relevan dengan kebutuhan warga.
Kepemimpinan Baru dan Penguatan Struktur
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat yang baru dilantik, Rifqi Ali Mubarok menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Barat sebagai pusat lahirnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan memahami dinamika ekonomi riil.
“Jawa Barat bukan hanya basis suara, tetapi ruang pembentukan kepemimpinan. Kami akan memastikan kader hadir langsung di tengah masyarakat, membawa solusi atas persoalan ekonomi, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM,” ujar Rifqi Ali Mubarok.
Latar belakang Rifqi sebagai mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Barat (2018–2023) dan Ketua KPU Kota Bandung (2013–2018), serta akademisi di Universitas Muhammadiyah Bandung, dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.
Dia juga menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Padjadjaran serta aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan ICMI. Dengan pengalaman tersebut, penguatan struktur dinilai menjadi fondasi dalam memastikan program partai dapat berjalan efektif.
Dia menegaskan konsolidasi akan difokuskan pada penguatan struktur hingga ke 27 kabupaten/kota, sekaligus mendorong program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk membangun basis dukungan yang solid di Jawa Barat, sekaligus memperluas pengaruh Partai Perindo di tingkat nasional.
Dengan menjadikan Jawa Barat sebagai poros perjuangan, partai menegaskan arah geraknya pada pembangunan kepemimpinan yang berintegritas, penguatan kebijakan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(shf)
Lihat Juga :