Viral, Pria Ngaku Petugas Maksa Makan di Tempat di Kebayoran Baru

Sabtu, 19 September 2020 - 16:15 WIB
loading...
Viral, Pria Ngaku Petugas...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Sebuah video berisi pria mengaku petugas memaksa ingin makan di sebuah tempat, viral di media sosial. Padahal, Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melarang hal itu.

Pembelian makanan hanya bisa dilakukan secara take away. Usut punya usut, peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pria paruh baya yang mengaku sebagai 'petugas' itu ternyata seorang anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Belakang diketahui ia bernama Bejo Hariyanto. (Baca juga: Restoran dan Kafe di Jakarta Masih Ada yang Langgar PSBB)

Seorang pemilik kedai yang belum diketahui namanya meminta oknum petugas tersebut tidak makan di tempat. Ia khawatir terkena sanksi dari Pemprov DKI Jakarta.

"Saya hanya menjalankan peraturan Pemda DKI. Saya bukannya ngusir, hanya menjalankan peraturan. Kalau ada apa-apa, saya kena denda Rp50 juta dan kedua Rp100 juta," ucapnya.

Bukannya mematuhi, sang oknum justru malah menantang. "Saya ini petugas, kalau ada yang tegur, nanti saya yang jawab, suruh ketemu saya. Cuma (makan di tempat) sendiri enggak apa-apa. Saya ini habis patroli," kata oknum tersebut dengan nada suara meninggi.

Sang pemilik kedai meminta oknum tersebut bertanggung jawab bila ada petugas dari Pemprov DKI. Ia juga meminta oknum itu memberi contoh yang baik.
(Baca juga: Dukung PSBB Total, Kapolda Metro Kerahkan Anggota di Titik Keramaian)

"Kalau seperti itu bapak tanggung jawab kalau ada petugas (Pemprov DKI), saya harap bapak jadi contoh karena bapak (juga seorang) petugas," tegas pemilik kedai.

"Saya ngerti, yang dilarang itu kerumunan massa, take away memang aturannya, tapi kalau sendiri itu ada toleransi," timpal oknum tersebut.

Pemilik rumah makan pun menjawab bahwa Pergub DKI tidak memberi toleransi makan di tempat bagi para pengunjung. "Di peraturannya enggak ada tertulis toleransi," jawabnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pernyataan Amien Rais...
Pernyataan Amien Rais di-Take Down, Meutya Hafid: Kewenangan Komdigi, soal Gugatan Itu Tak Benar
Bukan Kebebasan Berpendapat,...
Bukan Kebebasan Berpendapat, Pigai: Pernyataan Amien Rais Diduga Pelanggaran HAM
Update Kasus Penjual...
Update Kasus Penjual Es Gabus, Polisi Bantah Ada Penganiayaan
Rekomendasi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved