Maju di Muktamar ke-35 NU, Gus Salam Silaturahmi ke Abuya Muhtadi Dimyati Banten
Selasa, 21 April 2026 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
“Kiai-kiai PCNU berharap sinergi PBNU hingga struktur bawah dijalankan untuk melayani kepentingan nyata dan konkret dirasakan masyarakat-nahdliyyin, khususnya di bidang keagamaan, sosial budaya dan ekonomi,” ungkapnya.
Gus Salam menyebut banyak sekali inisiatif produktif dan inovasi NU dibawah. Yang diperlukan pengakuan afirmatif, memfasilitasi dan mendampingi pengembangannya. Bukan mengendalikan disertai birokrasi struktural yang ribet, apalagi dibumbui tekanan bersifat instruktif-doktrinal. Hindari kesan intimidatif dan sikap arogan dalam mengkoordinasikan dan mengonsolidasi gerakan pelayanan NU arus bawah. Ini akan memicu cidera ruh berjam’iyyah yang tidak mudah diobati,” ucapnya.
Dialog tersebut diikuti ketua PWNU Banten, para ketua PCNU dari Tangerang Selatan, Kota Tangeran, Kabupaten Tangerang, Lebak, Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang dan ketua PW GP Ansor NU Banten.
Silaturahmi ini mencairkan kebekuan dari situasi NU dalam beberapa waktu terakhir. Ukhuwwah nahdliyyah kembali terbentuk sebagai langkah merawat persaudaraan struktur dan warga NU yang sempat terusik oleh konflik di internal PBNU yang dirasakan tidak produktif, bahkan menguras energi berjam’iyyah.
“Alhamdulillah. Kita saling mendialogkan bagaimana menjaga dan merawat jati diri Nahdlatul Ulama dengan menghidupkan kembali ghirah berjuang di NU. Saya tetap menyampaikan pentingnya rekonsiliasi menyeluruh. Disertai upaya revitalisai dan rekontruksi ruhul ma’had wal jam’iyyah (pesantren dan jam’iyyah), ruhul jihad; dengan kesungguhan dan ketangguhan berjuang, dan ruhul khidmah; mengabdi untuk melayani demi kemashlahatan umat,” tambahnya.
Gus Salam menyebut banyak sekali inisiatif produktif dan inovasi NU dibawah. Yang diperlukan pengakuan afirmatif, memfasilitasi dan mendampingi pengembangannya. Bukan mengendalikan disertai birokrasi struktural yang ribet, apalagi dibumbui tekanan bersifat instruktif-doktrinal. Hindari kesan intimidatif dan sikap arogan dalam mengkoordinasikan dan mengonsolidasi gerakan pelayanan NU arus bawah. Ini akan memicu cidera ruh berjam’iyyah yang tidak mudah diobati,” ucapnya.
Dialog tersebut diikuti ketua PWNU Banten, para ketua PCNU dari Tangerang Selatan, Kota Tangeran, Kabupaten Tangerang, Lebak, Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang dan ketua PW GP Ansor NU Banten.
Silaturahmi ini mencairkan kebekuan dari situasi NU dalam beberapa waktu terakhir. Ukhuwwah nahdliyyah kembali terbentuk sebagai langkah merawat persaudaraan struktur dan warga NU yang sempat terusik oleh konflik di internal PBNU yang dirasakan tidak produktif, bahkan menguras energi berjam’iyyah.
“Alhamdulillah. Kita saling mendialogkan bagaimana menjaga dan merawat jati diri Nahdlatul Ulama dengan menghidupkan kembali ghirah berjuang di NU. Saya tetap menyampaikan pentingnya rekonsiliasi menyeluruh. Disertai upaya revitalisai dan rekontruksi ruhul ma’had wal jam’iyyah (pesantren dan jam’iyyah), ruhul jihad; dengan kesungguhan dan ketangguhan berjuang, dan ruhul khidmah; mengabdi untuk melayani demi kemashlahatan umat,” tambahnya.
(cip)
Lihat Juga :